Sebagai seorang umat muslim tentu kita mengenal huruf hijaiyah. Sebagai umat muslim kita disarankan untuk membaca kitab suci Al-Qur’an, tentu kita mengenal huruf hijaiyah. Huruf hijaiyah merupakan huruf alfabet yang berasal dari Arab yang berasal dari kata “Haja” yang artinya “mengeja”.

Jadi dari pengertian tersebut didapat bahwa huruf hijaiyah merupakan huruf dasar untuk membentuk atau mengeja atau membentuk suatu kata dan kalimat dalam Bahasa Arab. Huruf hijaiyah memiliki aturan baca atau urutan yang berbeda dengan terminologi abjad.

Rasulullah bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه

Artinya:

“Bacalah oleh kalian Al-Quran. Karena ia (Al-Quran) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang rajin membacanya.” 

(HR. Muslim)

Dengan mempelajari huruf-huruf hijaiyah, maka awal dari kita untuk bisa membaca Al-Quran dan memahaminya. Dan dengan kita rajin membacanya, maka al-Quran akan memberikan syafaat kelak di hari kiamat.

Lantas bagaimana cara mudah belajar huruf hijaiyah khususnya untuk kaum milenial? Cara mudah belajar huruf hijaiyah khususnya untuk kaum milenial adalah dengan melibatkan orang tua sebagai pendidik, karena belajar huruf hijaiyah disarankan dimulai sedini mungkin. 

Mengenal Huruf Hijaiyah

Sebagai langkah awal, kita harus mengenal dulu ada berapa huruf hijaiyah itu. Huruf hijaiyah berjumlah 29 huruf, dalam tahap ini selain mengenal kita harus belajar bagaimana membacanya. Di era milenial tentu lebih mudah, teman-teman atau orang tua bisa mengunduh video MP4 huruf-huruf hijaiyah atapun flash cards dari hasana.id sebagai media pembelajaran.

Daftar huruf hijaiyah dan cara bacanya
Daftar huruf hijaiyah dan cara bacanya

Memahami Tanda Baca, Tajwid, dan Hukumnya

Tahap kedua, teman-teman perlu memahami hukum bacaan, harakat, dan tajwid. Tanda ini berfungsi sebagai aturan yang menentukan bagaimana pengucapan huruf hijaiyah dalam suatu bacaan. Teman-teman disarankan untuk menggunakan jasa guru dalam memahami tajwid ini, karena beberapa tanda bacaan seperti tajwid perlu diperdengarkan untuk orang lain supaya diketahui benar atau salahnya. 

Tajwid secara singkatnya merupakan tata bahasa atau grammar dalam Bahasa Arab. Tajwid berasal dari bahasa Arab yaitu Jawwada – yujawwidu – tajwiidan (جوَّدَ يجوِّد ، تجويدًا ، فهو مُجوِّد ، والمفعول مُجوَّد) yang memiliki arti membaguskan atau membuat sesuatu menjadi bagus.

Secara istilahnya maka tajwid ialah mengucapkan huruf hijaiyah dari tempat keluarnya dengan benar dan memberikan haqnya huruf serta mustahaqnya. Beberapa hukum tajwid yang sering ditemui adalah Ikhfa’, Iqlab, dan Idzhar. Walaupun begitu lebih baik dipelajari semua hukum tajwid yang ada.

Menyiapkan Waktu Untuk Belajar dengan Guru

Disarankan untuk tahap awal belajar huruf hijaiyah bisa menggunakan Buku Iqro. Buku Iqro terjual bebas dipasaran dan tidak sulit dicari. Alangkah baiknya dalam proses belajar ini juga didampingi oleh guru atau orang yang paham sehingga apabila salah dapat segera dibenarkan.

Bacalah Buku Iqro per-jilid, dimulai dengan jilid pertama berangsur-angsur ke jilid terakhir. Masing-masing buku per-jilid memiliki warna berbeda dan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda pula, makin tinggi jilid maka makin sulit pula cara membacanya. 

Belajar Sungguh-sungguh dan Rajin Mempraktikannya

Selain beberapa langkah di atas, teman-teman setelah khatam membaca Iqro, bisa langsung belajar membaca Al Qur’an. Ibarat mata pisau, semakin diasah, maka akan semakin tajam. Begitu pula kemampuanmu dalam membaca huruf hijaiyah, makin fasih pula apabila dipraktekkan dengan membaca Al Qur’an. 

Mukmin yang senantian membaca Al Qur’an diibaratkan seperti buah yang wangi dan manis. Sedangkan seorang mukmin yang tidak suka membaca Alquran seolah-olah seperti buah yang rasanya manis akan tetapi tidak memiliki aroma wangi. Sementara itu, orang fasik yang suka membaca Alquran digambarkan seperti buah yang aromanya wangi namun rasanya pahit. Terakhir, orang fasik yang tidak suka membaca Alquran, digambarkan seperti buah yang tidak beraroma dan rasanya juga pahit. 

Sehingga tak heran sejak kecil kita sering dianjurkan untuk selalu belajar membaca kitab suci Al Quran. Umumnya, belajar membaca Alquran membutuhkan sebuah proses yaitu mengenal huruf hijaiyah terlebih dahulu. Maka pahamilah huruf hijaiyah dengan baik dan benar dan bacalah dengan tartil.

Tartil di sini memiliki arti yaitu tajwiidul huruuf wa ma’rifatil wuquuf, yang berarti membaca huruf-hurufnya dengan bagus (sesuai dengan makhraj dan shifat) dan tahu tempat-tempat waqaf. Seseorang yang senantiasa dan rajin membaca Al Qur’an memiliki keistimewaan sendiri antara lain diberi syafaat di hari kiamat, malaikat memohonkan ampun, dan diberikan ketenangan.

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah-rumah Allah untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, akan dilingkupi pada diri mereka dengan rahmat, akan dilingkari oleh para malaikat, dan Allah pun akan menyebut (memuji) mereka di hadapan makhluk yang ada di dekat-Nya.”

(HR. Muslim)
There are currently no comments.