Usia bayi 0-2 tahun adalah periode emas pertumbuhan karena 80% perkembangan otak terjadi di periode ini. Pertumbuhan terpesat seorang manusia terjadi pada periode ini, oleh karena itu sering dinamakan ‘1000 hari kehidupan’, di mana jika ada yang salah pada pertumbuhan dan perkembangan, akan berpengaruh pada fungsi kehidupan usia selanjutnya.

Cara paling umum untuk mengukur pertumbuhan bayi adalah dengan mengukur pertambahan berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala secara rutin. Ketiga hal ini dapat menjadi indikator status gizi seorang bayi, apakah normal, kelebihan, atau kekurangan gizi, sehingga para orang tua dan tenaga kesehatan dapat melakukan intervensi sedini mungkin jika ada yang tidak sesuai.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sejak lama telah menerbitkan Kartu Menuju Sehat (KMS), yang dapat digunakan oleh para orang tua dan tenaga kesehatan untuk memantau pertumbuhan anak, dilihat dari grafik berat badan (BB), grafik tinggi badan (TB), grafik lingkar kepala (LK), serta grafik berat badan per tinggi badan (BB/TB).

Grafik Kms Anak Perempuan 1 24 Bulan
Grafik KMS Anak Perempuan 1-24 Bulan

Grafik kartu menuju sehat bagi anak laki-laki dan perempuan dapat diunduh pada tautan berikut:

Bagaimana cara menimbang berat badan bayi yang benar? Jika para orang tua sudah memiliki timbangan bayi di rumah, berikut tahapan yang harus dilakukan:

  1. Pakaikan baju/celana setipis mungkin untuk meminimalisasi galat berat badan terlalu besar pada timbangan
  2. Pastikan jarum timbangan berada di angka 0, atau menunjukkan angka 0 pada timbangan digital sebelum memulai pengukuran
  3. Letakkan seluruh tubuh bayi di atas timbangan dalam kondisi stabil, usahakan bayi tidak banyak bergerak
  4. Baca angka dalam timbangan saat sudah menunjukkan angka yang stabil dan tidak berubah-ubah
  5. Sebaiknya dilakukan pada pagi hari, saat belum memulai makan dan minum, setelah BAK dan BAB. Serta lakukan pengulangan di hari-hari berikutnya pada jam dan kondisi yang sama.

Jika belum memiliki timbangan bayi di rumah, para orang tua dapat melakukan tips berikut:

  1. Gunakan timbangan dewasa
  2. Pastikan bayi menggunakan pakaian setipis mungkin atau tidak sama sekali
  3. Pastikan jarum timbangan/angka dalam timbangan digital menunjukkan angka 0
  4. Gendong bayi dalam posisi tegak, pastikan tidak banyak bergerak
  5. Baca angka dalam timbangan saat sudah stabil dan tidak berubah-ubah
  6. Lepaskan bayi dalam gendongan, lakukan pengukuran BB orang tua/orang yang menggendong bayi dengan mengkalibrasi kembali timbangan
  7. Tentukan berat badan bayi dengan cara: angka timbangan saat menggendong bayi – angka timbangan saat tidak menggendong bayi
  8. Sebaiknya dilakukan pada pagi hari, saat belum memulai makan dan minum, setelah BAK dan BAB. Serta lakukan pengulangan di hari-hari berikutnya pada jam dan kondisi yang sama.

Perlu diketahui, akurasi pengukuran BB bayi dengan cara menggendong lebih kecil dibandingkan pengukuran BB bayi dengan timbangan khusus bayi, sehingga para orang tua sebaiknya tetap memantau pertambahan BB bayi saat jadwal imunisasi di posyandu/klinik/rumah sakit.

Untuk bayi usia 0-2 tahun, pengukuran berat badan harus dilakukan setiap bulan untuk memantau pertumbuhan dan status gizi bayi. Para orang tua dapat memasukkan angka BB bayi pada KMS di atas, dilihat sesuai usia dan jenis kelamin bayi.

Untuk mempermudah para orang tua mengetahui apakah pertambahan BB bayinya normal, berikut tabel kenaikan BB minimal per bulan sesuai usia pada bayi sehat:

  • 0-3 bulan (750gram)
  • 4-6 bulan (600gram)
  • 6-9 bulan (450gram)
  • 9-12 bulan (360gram)
  • 1-3 tahun (240gram)
  • 4-6 tahun (180gram)
Pantau Berat Badan Bayi Secara Rutin
Pantau Berat Badan Bayi Secara Rutin

Jika kenaikan BB bayi tidak sesuai KMS selama 2 bulan berturut-turut, sebaiknya para orang tua segera menghubungi dokter anak agar dapat diketahui penyebabnya dan agar tidak menjadi masalah yang berkepanjangan.

Selain memantau pertambahan berat badan (BB) secara rutin, indikator pertumbuhan lain yang harus diperhatikan adalah panjang badan (PB) atau tinggi badan (TB). Indikator ini merupakan indikator pertumbuhan jangka panjang, PB atau TB tidak akan pernah berkurang, namun akan terus bertambah seiring bertambahnya usia pada bayi normal. Pengukuran panjang badan dilakukan pada bayi usia 0-2 tahun pada posisi tidur terlentang, sedangkan pengukuran tinggi badan dilakukan pada anak dalam kondisi berdiri.

Grafik Kms Anak Laki Laki 1 24 Bulan
Grafik KMS Anak Laki-Laki 1-24 Bulan

Berikut cara mengukur panjang badan/tinggi badan anak dengan benar.

  1. Pastikan anak tidak menggunakan alas kaki/hiasan rambut/topi yang dapat mengubah total TB sebenarnya
  2. Pastikan kedua kaki anak dalam kondisi lurus, rata, posisi di tengah dan menempel pada papan ukur/dinding jika berdiri
  3. Letakkan tangan kanan pengukur sedikit di atas mata kaki anak pada ujung tulang kering, tangan kiri pada lutut anak, dorong ke arah papan ukur/dinding
  4. Pastikan kaki anak lurus dengan tumit, betis menempel di atas papan ukur/dinding
  5. Pastikan pandangan mata anak lurus ke depan
  6. Catat hasil pengukuran, ulangi untuk akurasi lebih tinggi

Sama halnya dengan berat badan, pengukuran panjang badan atau tinggi badan juga harus dimasukkan kedalam grafik KMS untuk melihat status pertumbuhan anak. Jika pertambahan tinggi tidak sesuai dengan usia, sebaiknya para orang tua menghubungi dokter untuk dapat diperiksa lebih lanjut.

Indikator terakhir adalah pengukuran lingkar kepala. Apa yang sebenarnya diukur dari lingkar kepala? Pada bayi usia 0-2 tahun, mengukur lingkar kepala berarti memantau perkembangan volume otak yang pesat di 1000 hari pertama. Walau indikator ini seringkali tidak dilakukan rutin, namun tetap menjadi penting untuk memastikan otak bayi berkembang dengan baik.

Hal yang harus diperhatikan para orang tua saat mengukur lingkar kepala bayi adalah sebagai berikut:

  1. Sediakan pita ukur (biasanya digunakan oleh penjahit) untuk pengukuran lingkar kepala
  2. Letakkan pita ukur pada jidat bayi (di atas alis), tarik ke bagian atas telinga, memutar hingga ke bagian belakang kepala bayi yang paling menonjol
  3. Tarik kembali pita ke bagian depan kepala bayi (jidat bayi) hingga menyentuh angka nol
  4. Baca angka pada pita yang menyentuh angka 0 sebagai lingkar kepala bayi
  5. Pastikan lingkaran pita tidak longgar

Seperti itulah cara memantau pertumbuhan bayi melalui 3 indikator penting pertumbuhan. Jika mendapati tren grafik BB, PB, maupun LK normal, artinya status gizi anak pun terpantau baik. Jangan lupa lakukan secara rutin, karena status gizi anak tidak dapat dilihat hanya dalam 1 titik dan 1 waktu saja, melainkan tren positif KMS yang menunjukkan pertumbuhan bayi yang baik.