Setelah melalui fase pemberian ASI eksklusif pada bayi dari usia 0-6 bulan, bayi mulai dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI). MPASI diberikan pada bayi usia 6 bulan jika tidak ada kondisi khusus atas saran dokter yang mengharuskan pemberian MPASI lebih dini.

Mengapa MPASI diberikan pada bayi mulai usia 6 bulan?

Kebutuhan nutrisi harian bayi dari usia 0-6 bulan sudah tercukupi dengan pemberian ASI/susu formula saja. Pada usia 6 bulan, mulai terdapat kesenjangan antara kebutuhan nutrisi dan energi harian bayi dengan jumlah ASI untuk memenuhinya. Oleh karena itu, bayi mulai dikenalkan MPASI yang merupakan makanan padat untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi harian, demi menunjang pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Berikut merupakan tabel kebutuhan energi harian dari MPASI pada bayi usia 6-24 bulan
Usia/ Kebutuhan energi dari mpasi:

  • 6-8 bulan/ 200kkal
  • 9-12 bulan/300kkal
  • 12-23 bulan/550kkal

MPASI seperti apa yang dapat diberikan pada bayi usia 6 bulan?

Untuk dapat tumbuh dan berkembang optimal, bayi membutuhkan nutrisi berupa karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi dan bahan penyusun pembentukkan otak, protein sebagai zat pembangun tubuh dengan pembentukan sel-sel baru, serta vitamin dan mineral sebagai zat penunjang pertumbuhan. Oleh karena itu, MPASI pertama yang diberikan kepada bayi usia 6 bulan harus mengandung komposisi yang lengkap. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan rekomendasi menu MPASI berupa menu lengkap, yang terdiri dari:

  • Karbohidrat 35-60%
  • Lemak 30-45%
  • Protein 10-15%
  • Sayur atau buah (perkenalan)

Selain itu, salah satu mineral utama yang menunjang pertumbuhan adalah zat besi. Kebutuhan zat besi pada bayi usia 6-12 bulan adalah sebesar 7-11mg/hari, sedangkan ASI hanya mampu memenuhi 3%-nya saja. Dengan demikian, 97% kebutuhan zat besi harus dipenuhi oleh MPASI.

Pemberian MPASI juga harus dilakukan dengan jumlah dan tekstur yang bertahap. Pada pemberian MPASI bayi 6 bulan, jumlah per porsi sekitar 2-3 sdm dewasa dan terus naik bertahap hingga 125 ml. Dilanjutkan penambahan jumlah MPASI hingga mencapai 250 ml pada usia 12 bulan.

Tekstur MPASI pada usia 6-8 bulan adalah lumat/disaring, tekstur MPASI usia 9-12 bulan adalah cincang halus hingga kasar, dan setelah bayi berusia 12 bulan ke atas, tekstur MPASI sudah sesuai dengan makanan keluarga.

memberi makan mpasi bayi 6 bulan
Makanan MPASI bayi usia 6 bulan

Contoh Menu Resep MPASI Bayi Usia 6 Bulan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, untuk meracik menu MPASI usia 6 bulan, para orang tua harus memperhatikan kebutuhan nutrisi harian beserta kebutuhan energinya terlebih dahulu. Setelah itu, para orang tua dapat menuliskan daftar bahan pangan lokal yang dapat dijadikan menu MPASI.

Berikut contoh menu MPASI 6-8 bulan yang dapat memenuhi kebutuhan energi harian si kecil yang nilainya sebesar ±200kkal dan memenuhi kebutuhan gizinya.

BUBUR HATI AYAM (untuk 3 porsi)

Bahan:

  • nasi 50gr
  • hati ayam 1 1/2potong
  • minyak 1 1/2 sdt
  • santan 2 sdm
  • wortel 1 sdm
  • 1 siung bawang putih, 1 siung bawang merah

Cara membuat:

  • Masak beras hingga matang dalam panci/rice cooker
  • Tumis irisan bawang putih dan bawang merah dengan minyak
  • Tumis 1 1/2 potong (+-35gram) ati ayam
    -Tambahkan irisan wortel dan tambahkan santan
  • Tumis hingga matang
  • Campurkan nasi dan tumisan ati ayam di dalam panci
  • Saring/blender sesuai tekstur MPASI 6 bulan (lumat)
  • Sajikan

PASTA CARBONARA (untuk 3 porsi)

Bahan:

  • Pasta 45 gr
  • Santan 4 sdm
  • Keju rendah garam
  • Telur ayam 1 butir
  • Wortel 1 sdm
  • 1 siung bawang putih, sedikit bawang bombay

Cara memasak:

  • Rebus pasta dalam air hingga matang (seperti memasak mie/pasta pada umumnya)
  • Tumis bawang putih dan bawang bombay
  • Kocok telur dan orak-arik di atas wajan, masukkan wortel
  • Tuang santan
  • Masukan pasta yang telah direbus
    -Parut keju rendah garam dan aduk rata hingga bumbu menyerap dan matang sempurna
  • Saring/blender sesuai tekstur MPASI 6 bulan (lumat)
  • Sajikan

KENTANG DAGING BROKOLI SAUS KEJU (untuk 3 porsi)

Bahan:

  • Kentang 105gr (1 buah ukuran sedang)
  • Daging sapi cincang 35gr
  • Unsalted butter 7 gram
  • Keju rendah garam
  • Brokoli 1 sdm (1 potong)
  • Bawang putih 1 siung, sedikit bawang bombay
  • Minyak untuk menumis

Cara membuat:

  • Kukus/rebus kentang dan brokoli hingga matang
  • Tumis bawang dan daging sapi cincang hingga matang
  • Campurkan semua bahan matang ke dalam satu wadah
    -Tambahkan UB dan keju, aduk rata
  • Saring/blender sesuai tekstur MPASI 6 bulan

UBI SANTAN PANDAN (untuk 3 porsi)

Bahan:

  • Ubi 1 potong besar
  • Santan 4 sdm (+Unsalted butter untuk lemak tambahan)
  • Telur ayam 1 butir
  • Daun pandan sehelai kecil
  • Keju rendah garam

Cara membuat:

  • Hancurkan ubi hingga menjadi adonan
  • Kocok telur ayam, campurkan santan dan keju
  • Campurkan semua bahan di atas, tambahkan sehelai daun pandan di atas adonan
  • Kukus adonan di atas panci hingga matang
  • Sajikan
  • Saring/blender sesuai tekstur MPASI 6 bulan

BUBUR SUP UDANG TAHU (untuk 3 porsi)

Bahan:

  • Nasi 50gr
  • Udang 35gr (3-4 potong)
  • Tahu 25 gr
  • Wortel 1 sdm
  • Minyak
  • 1 siung bawang putih, 1 siung bawang merah
  • 1 batang kecil serai, 1 helai daun jeruk

Cara membuat:

  • Masak beras di atas panci
  • Tumis bawang, serai, daun jeruk, serta udang dan tahu
  • Campurkan semua bahan di atas panci
  • Masak hingga matang
  • Sajikan
  • Saring/blender sesuai tekstur MPASI 6 bulan

Catatan: jika perlu tambahkan air matang/air kaldu saat akan menyaring/blender untuk mencapai tekstur yang sesuai.

Tips MPASI Ideal untuk Booster BB Bayi

Pada prinsipnya, menyajikan menu MPASI untuk bayi usia 6 bulan tidak perlu susah dan ribet. Buatlah menu masakan keluarga yang biasa dimasak untuk mengenalkan khasanah rasa kepada bayi. Hanya saja, dalam penyajian menu MPASI rumahan untuk bayi usia 6 bulan, para orang tua harus memperhatikan beberapa hal:

  • Sesuaikan tekstur: bayi 6 bulan baru saja belajar makan. Mereka sedang belajar beradaptasi dari kemampuan menghisap saat diberi ASI/susu formula, menuju tahap mengunyah saat diberi makanan padat. Tekstur lumat membantu bayi untuk belajar bertahap mengenali kebiasaan barunya
  • Perhatikan kandungan gula dan garam: bayi usia 6-12 bulan boleh mengkonsumsi gula dan garam dalam jumlah yang sangat terbatas (sedikit sekali). Para orang tua harus melihat terlebih dahulu kandungan dari bahan-bahan makanan yang akan ditambahkan, apakah mengandung garam/gula yang berlebih atau tidak. Batas konsumsi garam untuk bayi 6-12 bulan <1gram garam per hari. Batas konsumsi gula untuk bayi dan balita sebaiknya tidak lebih dari 4sdt (12gram gula) per hari.
  • Perhatikan kecukupan zat besi harian: Zat besi sering menjadi pembicaraan para dokter ahli nutrisi karena sangat penting dalam MPASI. Pastikan para orang tua mengetahui jumlah zat besi yang telah terkandung dalam makanan ananda. Salah satu menu MPASI tinggi zat besi adalah ati ayam dan ati sapi. Jika perlu, suplemen zat besi harian diberikan atas rekomendasi dokter.
  • Sajikan secara higienis: Untuk menjaga higienitas MPASI, para orang tua sebaiknya tidak membiarkan sajian MPASI ada pada suhu ruang lebih dari 2 jam untuk menghindari kontaminasi bakteri. Segera simpan di dalam pendingin setelah proses masak selesai, lalu hangatkan kembali (pada suhu >60°C) sebelum dikonsumsi bayi.

Tanya-Jawab MPASI Bayi 6-24 Bulan

Beberapa hal yang sering ditanyakan terkait pemberian MPASI bayi usia 6 bulan:

Apa boleh memberikan menu tunggal terlebih dahulu pada MPASI? (Buah saja/bubur polos saja?)

IDAI dan WHO sepakat untuk merekomendasikan bayi memulai mpasi dengan menu lengkap, bukan menu tunggal. Namun, beberapa dokter anak akan meresepkan khusus kepada bayi-bayi dengan kondisi tertentu jika ada perubahan menu diet MPASI perdana.

Apakah bayi usia 6 bulan boleh mengkonsumsi telur ayam keseluruhan?

Boleh dan harus. Syarat pemberian telur ayam pada bayi usia 6 bulan adalah matang. Boleh mengkonsumsi kuning maupun putih telur. Namun jika bayi memiliki riwayat alergi, para orang tua harus mengawasi reaksinya dan sebaiknya dalam pengawasan dokter anak masing-masing. Telur merupakan sumber protein hewani yang kandungan vitamin dan mineralnya cukup lengkap. Jangan tunda pemberian telur jika bayi tidak memiliki masalah apapun

Bahan apa saja yang tidak boleh diberikan pada MPASI 6 bulan?

Madu, susu murni dan semua bahan makanan yang tidak matang/tidak dimasak (kecuali buah, cuci hingga bersih)

Apakah pemberian MPASI 6 bulan boleh dengan cara ditumis/digoreng?

Sangat boleh. Cara memasak dengan menumis dan menggoreng dapat meningkatkan total kalori dalam menu MPASI. Tidak seperti orang dewasa, kebutuhan lemak pada bayi masih cukup tinggi untuk menunjang perkembangan otaknya dan memenuhi kebutuhan energi harian.

Mengapa buah atau sayur diberikan hanya sebagai pengenalan/sedikit saja?

Buah atau sayur merupakan sumber tinggi serat/karbohidrat kompleks yang susah dicerna oleh bayi. Jika terlalu banyak serat yang dikonsumsi, bayi akan mengalami sembelit dan penyerapan nutrisi yang esensial tidak akan optimal, justru akan menjadi antinutrien. Kapasitas lambung bayi yang masih sangat kecil sebaiknya diisi dengan zat-zat nutrisi terbaik yang mudah dicerna sesuai kebutuhan usianya.

Bagaimana membuat menu MPASI rumahan tinggi kalori sebagai BB booster?

Kunci dari menu MPASI BB booster (meningkatkan berat badan) adalah dengan penambahan bahan makanan berkalori tinggi. Yang paling mudah adalah dengan penambahan lemak. Karena 1 gram lemak mengandung 9 kkal. Angka tersebut paling tinggi jika dibandingkan dengan 1g karbohidrat dan 1 g protein yang bernilai 4 kkal. Variasi menu MPASI dapat ditambahkan dengan double lemak atau double protein dalam satu porsi untuk menghasilkan kalori yang lebih tinggi.


Itulah beberapa penjelasan seputar mempersiapkan menu MPASI 6 bulan. Semoga para orang tua dapat menyajikan menu MPASI terbaik bagi anak-anaknya untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Tagged in:

,