Apa Itu Bauran Pemasaran/Marketing Mix?

Dalam memasarkan suatu produk atau jasa dalam sebuah perusahaan, diperlukan suatu pendekatan yang mudah dan fleksibel yang biasa disebut sebagai bauran pemasaran (marketing mix).

Marketing mix atau yang diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi bauran pemasaran adalah suatu strategi penjualan atau promosi serta penentuan harga yang bersifat unik serta dirancang untuk menghasilkan pertukaran yang saling menguntungkan untuk pasar yang dituju.

Dengan perkembangan dunia teknologi yang sangat cepat, tentu setiap komponen marketing mix berikut tidaklah kaku. Adakalanya muncul hal-hal baru yang dapat bersifat subtitusi (menggantikan) maupun komplementer (pelengkap).

Sebagai contoh, fenomena masuknya brand-brand besar dalam platform sosial media otomatis menambah satu komponen lagi dalam marketing mix, yaitu komponen engagement atau interaksi. Interaksi sosial brand ini sebenarnya bukan murni bentuk promosi dan bukan juga aktivitas bisnis, tapi ini adalah contoh komponen baru yang berkembang akibat perubahan zaman.

Contoh lain adalah munculnya teknologi cryptocurrency. Model bisnis seperti Bitcoin hingga saat ini tidak jelas siapa penemunya, apalagi aspek physical evidence seperti kantor, legalitas, dan semacamnya. Tapi, toh mata uang baru Bitcoin saat ini sudah punya valuasi yang begitu tinggi bukan? Walaupun banyak pro-kontra dari bitcoin, harus kita akui bahwa bisnis semacam ini membuktikan bahwa tidak semua aspek dalam marketing mix harus dimiliki secara mutlak oleh perusahaan.

 

Marketing mix untuk mendefinisikan pasar
Marketing mix untuk mendefinisikan pasar

Berkembangnya Bauran Pemasaran 4P menjadi 7P

Bauran pemasaran ini semakin lama semakin berkembang terutama dalam bidang jasa, tidak hanya meliputi product, promotion, dan price (4P), namun juga meninjau dari segi place, people, process, dan physical evidence yang selanjutnya dikenal dalam istilah bauran pemasaran jasa sebagai 7P.

Konsep ini nantinya disesuaikan dengan kondisi perusahaan jasa yang akan melaksanakannya, namun secara umum, konsep 7P ini (product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence) digunakan untuk mengambil keputusan dalam pembuatan strategi komunikasi pemasaran.

a. Product (The Services) / Produk atau Jasa

Produk jasa merupakan produk yang dapat memberikan manfaat, memenuhi kebutuhan konsumen, dan dapat memuaskan konsumen. Sesungguhnya pelanggan tidak membeli barang atau jasa, tetapi membeli manfaat dari sesuatu yang ditawarkan.

b. Price / Harga

Penetapan harga merupakan suatu hal penting. Perusahaan akan melakukan hal ini dengan penuh pertimbangan karena penetapan harga akan dapat mempengaruhi pendapatan total dan biaya. Harga merupakan faktor utama penentu positioning produk dan harus diputuskan sesuai dengan pasar sasaran, bauran ragam produk, dan pelayanan, serta persaingan.

c. Place / Lokasi Usaha

Jangkauan tempat menjadi suatu yang harus dipertimbangkan secara matang, tempat-tempat yang strategis tentu memiliki peluang akses publik yang lebih baik, namun biaya sewa dari tempat tersebut juga harus diperhitungkan sebagai konsekuensi dari kemudahan akses ke konsumen.

d. Promotion / Strategi Promosi

Promosi merupakan prinsip marketing dasar dimana perusahaan dituntut untuk dapat memberikan insentif bagi calon pembeli produk atau jasa yang ditawarkan. Insentif ini dapat berupa potongan harga, menyampaikan product knowledge dengan cara yang menarik, sampai memberikan contoh produk/jasa secara cuma-cuma. Penggunaan influencer untuk mengkomunikasikan secara persuasi tentang produk yang ditawarkan juga merupakan salah satu bentuk promosi dalam rangka pemasaran.

e. People / Sumber Daya Manusia (SDM)

People merupakan aset utama dalam industri jasa, terlebih lagi bisnis yang membutuhkan sumber daya dengan performance tinggi. Kebutuhan konsumen untuk berhadapan dengan karyawan berkinerja tinggi akan menyebabkan konsumen puas dan loyal.

f. Process / Proses atau Aktivitas Bisnis

Layanan jasa ataupun kualitas produk sangat bergantung pada proses penyampaian jasa kepada konsumen. Mengingat bahwa penggerak perusahaan jasa adalah karyawan itu sendiri, maka untuk menjamin mutu layanan (quality assurance), seluruh operasional perusahaan harus dijalankan sesuai dengan sistem dan prosedur yang terstandarisasi oleh karyawan yang berkompetensi, berkomitmen, dan loyal terhadap perusahaan tempatnya bekerja.

g. Physical Evidence / Bukti Fisik Perusahaan

Physical evidence adalah bukti fisik yang dapat dirasakan oleh indra manusia baik dengan penglihatan, perabaan, serta penciuman. Bukti fisik ini melingkupi bangunan kantor serta elemen pendukung lain seperti toko, kedai, dan semacamnya.

Building merupakan contoh bagian dari bukti fisik, karakteristik ini bisa menjadi nilai tambah bagi konsumen sebagai perusahaan jasa yang memiliki karakter. Perhatian terhadap interior, perlengkapan bangunan, termasuk lightning system, dan tata ruang yang lapang menjadi perhatian penting dan dapat mempengaruhi mood pengunjung.

Bangunan harus dapat menciptakan suasana dengan memperhatikan ambience sehingga memberikan pengalaman terbaik kepada pengunjung, khususnya untuk sebuah perusahaan dengan target market dengan selera tertentu.

Cara Riset Target Pasar dengan Marketing Mix 4P

Jika kita mendengar istilah marketing mix (bauran pemasaran), biasanya yang muncul pertama dalam benak kita adalah metode marketing yang harus dilakukan perusahaan. Padahal, sebelum melompat pada proses “memarketingkan produk” kita harus terlebih dahulu mendifinisikan siapa target pasar dari produk bisnis yang hendak diluncurkan.

Tanpa adanya riset target market yang jelas, kita tidak akan tahu apakah produk ini potensial dari aspek bisnis atau tidak, baik dari sisi ukuran pasar (market size), daya beli, dan semacamnya. Oleh karenanya, konsep bauran pemasaran (yang semula 4P lalu dikembangkan menjadi 7P ini) dapat membantu Anda mendefinisikan target market yang tepat.

Aplikasi Marketing Mix 4P dan Contohnya

Berikut penjabaran tools marketing menggunakan elemen 4P (Product, Price, Promotion, Place) dalam membantu Anda melakukan riset pasar yang tepat.

Cari Produk untuk Market Anda

Saat ini, bisnis yang kokoh selalu berpikir lebih banyak tentang customer dibanding produk mereka sendiri. Mengapa? Karena di era modern ini, hampir semua orang memiliki kesempatan untuk menciptakan produk sendiri.

Kesempatan yang terbuka lebar inilah yang membuat selera pelanggan kadang bisa beralih dengan cepat. Hanya produk yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan customer yang nantinya dapat bertahan di pasaran, istilah anak startup nya: product market fit canvas.

Don’t find customers for your product, find product for your customers

Seth Godin

Contoh sederhana dalam hal ini adalah Ruangguru. Saat lembaga bimbel berlomba-lomba mengeluarkan inovasi paket-paket bimbel, try out demi try out, Ruangguru justru keluar dengan inovasi 200% lebih baik, menawarkan itu semua dalam bentuk aplikasi berbasis daring.

Secara fungsi dan kualitas mungkin hampir sama, soal dan pembahasannya itu-itu juga, namun dikemas dalam teknologi yang berbeda. Produk mereka hadir sesuai dengan behavior target market anak muda saat ini yang sudah jadi native digital membuat aplikasi mereka laris manis di pasaran.

Strategi Pricing (Penentuan harga)

Pada bagian kedua ini, Anda butuh untuk lebih jauh mengenal tebal dompet dan kerelaan membayar dari target market produk Anda. Mengapa hal ini penting, karena harga mahal/murah itu relatif tergantung Anda menjualnya ke siapa.

Sebelum bicara lebih jauh, tentunya Anda juga harus memahami bahwa setiap kategori bisnis punya pricing strategy yang berbeda. Mulai dari penentuan margin, faktor inflasi dan sebagainya. Sebagai contoh, dalam bisnis kuliner, patokan margin kotor biasanya di angka 30%, hal ini dikarenakan life time dari produk yang relatif rendah, membuat adanya kemungkinan produk yang terbuang.

Dalam bisnis fashion, eletronik, sampai otomotif biasanya punya patokan margin umum nya masing-masing, tentu Andaa harus pelajari dahulu sebelum masuk dalam pricing yang sebenarnya.

Jika Anda tipe orang yang tidak mau ambil pusing, bisa juga menggunakan pendekatan top-down. Cukup lihat berapa rentang harga produk kompetitor, dan buat positioning produk Anda sendiri. Dari rentang tersebut Anda dapat menentukan harga minimum dan maksimum produk Anda di pasaran.

Mau tahu strategi yang lebih out-of the-box? Ikuti kaidah dasar dari strategi marketing berikut.

Kelas menengah membeli produk, Kelas atas membeli sugesti

Seorang kawan

Strategi Promosi

Pada poin ketiga ini, Anda dituntut untuk bisa main lebih jauh. Ya, strategi promosi sangat berkaitan erat dengan karakter target market Anda. Alasannya sederhana: orang senang melihat promosi hanya di saat-saat tertentu.

Jujur saja, kalau Anda sedang asyik menonton video di YouTube, lalu tiba-tiba tontonan Anda diganti dengan iklan saat sedang seru-serunya, menyebalkan bukan? Hal yang sama seperti Anda menerima pesan sms atau WhatsApp yang mengajak Anda membeli produk dengan iming-iming besok harga naik.

Oleh karenanya, Anda harus tahu taktik khusus agar promosi yang Anda lakukan tidak dianggap promo atau minimal tidak meninggalkan kesan jelek pada calon customer.

Endorsment vs Paid Ads vs Organic Reach?

Walaupun ada banyak sekali jenis strategi promosi, namun ketiga diatas itu adalah strategi promosi rata-rata usaha saat ini, sepakat?

Bagaimana cara menentukan strategi yang terbaik adalah kembali lagi pada judul besar bahasan kita: Target Pasar.

Contoh: Ada banyak produk yang bisa terjual cepat dengan endorsment, tapi produk casual seperti laptop bukanlah salah satunya.

Oleh karenanya, perhatikan behavior dari target market Anda. Apakah diskon dan giveaway bisa menjadi daya tarik mereka untuk membeli, atau justru rekomendasi dari teman dekat lebih berpengaruh. Apakah tipe produk ini yang dapat dibeli kapan saja atau hanya dibutuhkan dalam kondisi tertentu (contoh: vitamin anak)? Apakah dengan momentum tertentu bisa efektif untuk menjangkau market atau justru mereka lebih senang dengan evergreen konten?

Itulah sekelumit pertanyaan yang bisa menjadi inspirasi Anda dalam menentukan mana strategi promosi yang akan digunakan. Ingat, kembali lagi, kunci kesuksesan dari semua promosi adalah ketika mereka bisa hadir pada waktu yang tepat.

Placement Strategy (Pemilihan Channel)

Dalam model bisnis konvensional seperti toko ritel, restoran, elemen Place ini sering diartikan sebagai tempat (lokasi) bisnis. Namun dalam artian sebenarnya, place/lokasi lebih tepat diartikan sebagai tempat berkumpulnya market baik dalam dunia nyata ataupun maya.

Jika menggunakan definisi seperti di atas, tidak ada salahnya kita mengartikan “place” dalam konteks kekinian bukan lagi sekadar lokasi tapi juga saluran atau channel. Dengan definisi yang baru ini, baru kita bisa mengembbangkan bentuk promosi dengan lebih efisien. Jika pertanyaan pada bab strategi promosi sebelumnya adalah metode, maka di bagian ini kita akan banyak berbicara mengenai tools.

Dalam konteks channel medsos, sepertinya tidak perlu saya jelaskan ulang karena bahasan ini sudah saya bahas pada tulisan marketing via media sosial.

Kembali pada pokok bahasan yaitu bagaimana menghadirkan branding produk kita ditengah-tengah tempat target market kita berkumpul. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa tempat ini bukan berarti harus sesuatu yang diam. Pengertian “place” ini bisa berarti luas seperti contoh di bawah ini:

PT Lalaland adalah owner beberapa apartemen yang berlokasi di pusat-pusat perkantoran Jakarta, agar lebih efektif meraih market, mereka memasang tv portable di setiap Go-car dan Grab-car yang beroperasi di wilayah DKI Jakarta. Selama penumpang menaiki mobil tersebut, tv portabel ini akan menampilkan katalog kamar, lokasi, serta profil bangunan yang mereka sediakan.

Tentu contoh diatas bukanlah ide yang pertama, sudah banyak bisnis sejenis yang menerapkan model promosi seperti itu. Tapi kira-kira begitulah cara kita menentukan place strategy yang tepat. Diperlukan ide kreatif dan pengalaman yang cukup hingga akhirnya kita bisa memastikan promosi tersampaikan di tempat yang seharusnya.

 

Tanya-Jawab Marketing Mix

Apa perbedaan marketing mix 4p dan 7?

Dari tujuan keduanya sebenanya hampir sama saja, yaitu menjabarkan elemen-elemen yang terkait dengan pemasaran bisnis baik produk/jasa. Hanya saja, 4p adalah formula yang muncul lebih awal yaitu product, place, price, promotion, sedangkan setelahnya dikembangkan tiga elemen lainnya yaitu people, process, dan physical evidence.

Bagaimana cara menggunakan marketing 7p dalam aplikasi bisnis?

Dalam memasarkan suatu produk, Anda harus mempertimbangkan dengan matang ketujuh elemen ini jika ingin produk yang Anda jual laku di pasaran. Karena, suksesnya penjualan suatu produk atau jasa biasanya tidak lepas dari keunggulan salah satu atau salah dua dari elemen-elemen ini. Contoh McD laris manis karena promosi dan lokasi nya, Bukalapak besar karena produk aplikasi, promosi, serta inovasi proses bisnisnya, dan seterusnya.

Apakah seluruh aspek dalam analisis 7p harus ikut dipertimbangkan?

Ya, semakin lengkap tentu semakin baik. Hanya saja, Anda juga perlu tahu bahwa setiap bisnis akan sangat sulit untuk unggul di kesemua elemen tersebut. Salah satu contohnya, produk bisnis yang memiliki harga murah (price) akan sangat sulit untuk mendapatkan lokasi sewa yang strategis (place). Oleh karenanya, tidak salah apabila Anda fokus untuk unggul di satu atau dua elemen dalam 7p saja.

Apakah teori 7p ini sudah final atau bisa bertambah/berkurang?

Dalam bisnis, etntu setiap teori akan sangat dinamis. Contoh hari ini, banyak rumah makan yang seharusnya faktor place jadi penentu marketing dominan, namun dengan bantuan Go-food atau grabfood, lokasi resto yang strategis jadi tidak begitu relevan.

  • Andi

    AndiAndi

    Reply

    Infornasinya sangat membantu.
    Terima kasih.

  • Ela

    ElaEla

    Reply

    Strategi marketing apa yg sangat berpengaruh saat pandemi?