Dalam membuat sebuah proposal bisnis, kita perlu membuat sebuah tulisan ringkas yang dapat merangkum secara garis besar rencana bisnis. Dalam bahasa bisnis, ringkasan dalam bisnis plan ini biasa disebut sebagai executive summary atau ringkasan eksekutif.

Ringkasan eksekutif biasanya ditujukan kepada calon investor ataupun saat bisnis kita melakukan rekrutmen tenaga ahli. Oleh karena ini, isi dari sebuah ringkasan eksekutif haruslah mencakup poin-poin utama seperti latar belakang, deskripsi singkat, masalah yang diselesaikan, target pasar serta proyeksi keuangan ke depan.

Untuk membuat sebuah ringkasan eksekutif yang baik, diperlukan pengalaman yang cukup serta pembelajaran dari contoh-contoh ringkasan eksekutif perusahaan yang ada.

Pada tulisan ini, kami akan memberikan contoh ringkasan eksekutif dari beberapa perusahaan mulai dari perusahaan properti, perusahaan agroindustri, hingga perusahaan berbasis bioteknologi.

Contoh Ringkasan Eksekutif Properti

PENGEMBANGAN LAHAN BERBASIS PERTANIAN TERPADU “BANDUNG AGROVILLAGE”

Besarnya laju pertumbuhan penduduk serta tingginya aktivitas pembangunan di kota besar telah mengurangi jumlah lahan pertanian produktif akibat maraknya konversi lahan. Menipisnya lahan pertanian produktif tiap tahunnya ini akan berdampak pada menurunnya produksi komoditas pertanian, tidak stabilnya kondisi lingkungan, serta hilangnya mata pencaharian utama bagi penduduk setempat. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi yang dapat menjadi titik temu untuk mempertahankan fungsi lahan sebagai tempat bertani sekaligus untuk memenuhi kebutuhan rumah hunian terutama di derah Kabupaten Bandung.

Bandung Agrovillage sebagai salah satu unit usaha dari PT Agribisnis Syariah Indonesia hadir untuk menjawab masalah strategis ini dengan menggabungkan konsep pertanian produktif dan pemukiman di dalam satu area. Pemilihan Kecamatan Ciwidey sebagai lokasi pengembangan didasarkan pada beberapa pertimbangan, yaitu faktor lingkungannya yang nyaman, kontur lahannya yang cocok untuk berbagai komoditas pertanian, serta akses yang semakin mudah dengan adanya Pintu Tol Soreang yang direncanakan rampung pada pertengahan tahun 2016.

Pengembangan perumahan berbasis pertanian terpadu ini setidaknya memiliki beberapa keunggulan dibanding rumah hunian pada umumnya, antara lain terjaganya produktifitas lahan dengan menerapkan konsep pertanian terpadu, terjaminnya suplai kebutuhan makanan sehat (organik) dari lahan sendiri, serta terberdayakannya petani di wilayah setempat untuk tetap mengelola lahan pertanian produktif di area agrovillage.

Investasi awal yang dibutuhkan untuk membangun proyek ini diperkirakan sebesar Rp21.000.000 dengan kebutuhan lahan sebesar 1.96 ha. Pendapatan yang dihasilkan dari produksi pertanian diprediksi sebesar Rp- pertahun dengan komoditas utama berupa tomat buah dan starwberry. Diperkirakan payback period dari Ciwidey Agrovillage ini adalah 5 tahun setelah lahan beroprasi secara penuh atau 6 tahun dari awal mula pembangunan proyek.

Berdasarkan data-data tersebut, pengembangan lahan berbasis pertanian terpadu ini memiliki prospek jangka panjang yang cukup besar serta dapat menjadi model dalam pola pengembangan lahan pertanian di Indonesia, karena masih sedikit kompetitor agribisnis yang bergerak dalam pengembangan lahan pertanian produktif sekaligus untuk pemukiman.

Contoh Ringkasan Eksekutif Perusahaan Agro

RINGKASAN EKSEKUTIF
RENCANA BISNIS EKSPOR PUPUK VERMIKOMPOS CIWIDEY AGROTECH KE MALAYSIA

Turunnya jumlah petani lokal serta konversi lahan tani telah mengurangi jumlah lahan pertanian produktif di daerah rural termasuk di Ciwidey, Kabupaten Bandung. Menipisnya lahan pertanian produktif tiap tahunnya ini akan berdampak pada menurunnya produksi komoditas pertanian, tidak stabilnya kondisi lingkungan, serta hilangnya mata pencaharian utama bagi penduduk setempat. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi yang dapat menjadi titik temu untuk mempertahankan eksistensi pertanian di daerah rural kota Bandung.

Ciwidey Agrotech sebagai wirausaha sosial yang fokus dalam menyelesaikan isu pertanian dengan pendekatan bisnis serta teknologi berupaya untuki meningkatkan nilai tambah sektor pertanian khususnya di daerah Ciwidey, Kabupaten Bandung. Salah satu pengembangan pertanian yang dikembangkan oleh perusahaan Ciwidey Agrotech ialah pengolahan limbah menggunakan agen biologis cacing tanah. Dengan model bisnis sosial ini, perusahaan dapat memberikan penghasilan tambahan bagi para petani cacing binaan serta memproduksi pupuk organik dalam skala besar dengan tujuan pasar ekspor.

Investasi awal untuk menjangkau pasar ekspor dengan tujuan negara Malaysia ini membutuhkan dana sebesar Rp 163.000.000 dengan kebutuhan pabrik seluas 150 m2. Omset penjualan yang dihasilkan dari produksi pertanian diprediksi sebesar Rp 216.000.000 pertahun dengan komoditas utama berupa pupuk vermikompos (kascing). Berdasarkan data tersebut, pengembangan lahan berbasis pertanian terpadu ini memiliki prospek jangka panjang yang cukup besar serta dapat menjadi model dalam pola pengembangan ekspor produk pertanian di Indonesia.
Itulah kedua contoh ringkasan eksekutif perusahaan secara lengkap yang dapat Anda ikuti tata cara serta susunan penulisannya. Untuk contoh ringkasan eksekutif skala pabrik bioindustri, dapat Anda lihat pada lampiran pdf di bawah ini.

Contoh Ringkasan Eksekutif Perusahaan Pabrik Bioindustri

Mengingat ringkasan eksekutif pada dokumen perancangan pabrik/industri cukup panjang, kami mengemasnya dalam format pdf. Anda dapat mengunduhnya filenya secara langsung setelah membagikan artikel ini lewat sosial media.

Author

Dunia terus bergerak, meninggalkan mereka yang tidak sepakat. Kami percaya bahwa perubahan dalam bisnis adalah satu hal yang niscaya. Karinov.co.id hadir untuk menjadi tempat bertanya seputar ini dan harus ada jawabnya.