Mengubah pengunjung website menjadi pelanggan setia bukanlah perkara mudah. Sayangnya, banyak pelaku bisnis online yang tidak tahu harus mulai dari mana agar sebuah website bisnis bisa menghasilkan dan dapat meningkatkan angka konversi secara berkala dan konsisten.

Melalui tulisan ini, kami akan membocorkan apa sih rahasia (secret recipe) mengapa ada banyak bisnis online yang survive dan mendapatkan banyak pelanggan secara online dan adapula yang berakhir tragis, hanya bisa menaruh budget marketing directly to the trash.

Karinov Podcast: 6 Alasan Utama mengapa Web tidak Profitable

Nah, jika Anda merasa bisnis online yang dijalani masih fokus pada banyakin sales (jualan / cari pelanggan), maka hal terpenting, pertama, dan paling utama yang harus dipelajari adalah bagaimana cara membuat Landing Page yang bisa bekerja untuk bisnis Anda. Oleh karena itu, pada tulisan ini, kami akan jabarkan apa-apa saja hal fundamental dari sebuah landing page ideal untuk bisa diterapkan di web bisnis Anda.

Sebelum masuk dalam bahasan utama, sepertinya saya harus meyakinkan Anda dulu akan pentingnya landing page. Sebesar apapun traffic yang kamu punya, tapi landing page yang berisi produk / jasa kamu underperform, besarnya jumlah pengunjung akan jadi sia-sia. Percayalah, dalam 2 pekan ke belakang, saya tahu ada web dengan trafik minim, rangking alexa diatas 5juta, tapi berhasil closing di angka milyaran dari 5 pelanggan. Masih anggap landing page sesuatu yang sepele?

Daftar panduan: Tujuan dasar, Headline, The Blink Test, Bullet points, Penggunaan gambar, What’s next, Bonus tips

Nah, kalau kita sudah punya frame yang sama akan pentingnya melakukan optimasi pada landing page web bisnis, seharusnya kamu akan mampu mengerahkan segala daya dan upaya agar kualitas laman landing kamu semakin paripurna. Berikut step-by-step guide cara membuat landing page ala Karinov:

Mengenal Landing Page

Landing page merupakan sebuah laman web yang didesain secara khusus untuk dapat mengubah status seorang pengunjung website menjadi potensial buyer (leads). Setidaknya, ada dua hal dasar yang menjadikan sebuah laman dapt dikategorikan sebagai landing page, 2 hal tersebut ialah:

  • Adanya form yang dapat diisi oleh pengunjung yang berminat pada produk/jasa yang ditawarkan.
  • Memiliki tujuan utama untuk mengkonversi pengunjung laman website agar menjadi potensial buyer (leads)

Headline yang Apik

Bagian judul halaman merupakan bagian paling pertama dibaca oleh pengunjung Anda. Oleh karenanya, buatlah headline yang menarik yang dapat mencuri perhatian visitor Anda dengan seketika.

Penting! Pemilihan kata pada judul yang asal-asalah, akan membuat pengunjung web Anda enggan membuang waktu untuk mempelajari lebih dalam mengenai produk/jasa yang Anda tawarkan. Dalam istilah search marketing, hal ini biasa disebut sebagai bounce alias pengunjung yang mental tanpa melakukan action apapun dalam landing page Anda.

The Blink Test

Jika frasa yang kamu gunakan pada judul sangat terbatas mulai dari panjang kalimat serta aspek kemudahan bagi pembaca, maka bagian sub-headline sangat penting untuk bisa dimaksimalkan. Berdasarkan teori blink test, kamu harus dapat menyajikan core values dari produk/jasa yang ditawarkan sebelum pengunjung web kamu berkedip, atau dalam 3-5 detik pertama. Berikut contoh penggunaan sub-headline untuk dapat memberikan gambaran yang lengkap dan menarik perhatian pembaca.

Contoh sub-headline pada landing page jasa website Karinov.co.id

Jabarkan Detail dalam Bullet Points

Mendapatkan atensi serta perhatian penuh dari seorang pengjung web bukanlah hal yang mudah. Oleh karenanya, Anda harus dapat memastikan agar setiap pengunjung landing page dapat menangkap informasi secara lengkap. Penggunaan bullet points dapat membantu memudahkan pembaca untuk mengetahui setiap highlight dengan ringkas dan cepat.

Jika Anda melihat semua landing page yang ada di web ini baik itu jasa website, jasa seo, ataupun jasa backlink, kami menggunakan model text box ataupun bullet points untuk penjabaran setiap detail. Hal ini semata-mata dilakukan agar pengungjung dapat menangkap sebanyak mungkin informasi yang kami sajikan alih-alih membaca text tersebut dalam bentuk paragraf panjang.

Form Isian Tepat Guna

Landing page yang baik haruslah memiliki form yang dapat diisi oleh pengunjung potensial. Permasalahannya, data apa saja yang harus kita minta dalam sebuah formulir landing page? Kaidah dasarnya, semakin banyak kolom isian, maka keengganan visitor untuk mengisi form tersebut semakin tinggi, namun, semakin sedikit kolom isian, maka data yang kita dapat juga sangat sedikit dan terbatas. Oleh karenanya, form isian harus disesuaikan dengan status si pengunjung landing page.

Jika mayoroitas pengunjung adalah orang baru yang hanya ingin tahu lebih lanjut mengena produk/jasa kita, 1-2 form isian sudah cukup. Namun apabila status si pengunjung adalah member tetap, atau user yang sudah banyak berinteraksi di web kita, maka form isian yang cukup detil tidak menjadi masalah.

Jika melihat form isian yang ada di web Karinov.co.id, kami membuat sesimpel mungkin form isian yang hanya berupa 1-3 kolom isian saja. Hal ini dikarenakan sebagian besar pengungjung web ini dipastikan adalah orang baru yang hanya sekedar ingin tanya-tanya mengenai jasa seputar digital marketing. Toh, memiliki nomor WhatsApp hari ini sama saja telah membuka pembatas komunikasi antara pihak perusahaan dengan pihak klien, jadi ya dibikin mudah sajalah intinya 😀

Foto dan Ilustrasi yang Relevan

Bukan hanya pemanis dan keperluan optimasi seo saja, fungsi utama dari gambar di laman website adalah untuk menarik perhatian pembaca. Oleh karenanya, pastikan gambar yang ada di dalam landing page dapat membantu performa laman web Anda secara keseluruhan. Berikut beberapa tips tambahan dalam mengoptimalkan fungsi gambar pada sebuah landing page:

  • Pilih foto yang dapat merepresentasikan produk/jasa
  • Tampilkan foto team member jika diperlukan
  • Semua orang tahu foto mana yang buruk, simpel, jangan digunakan
  • Gunakan ilustrasi/foto sesuai tujuan masing-masing
  • Pakai foto yang up-to-date

Tampilkan Testimoni

Walau bukan merupakan satu hal yang wajib, namun dalam online business ada beberapa kategori usaha yang memang butuh untuk menampilkan testimoni klien. Jika brand Anda belum begitu terkenal, maka menampilkan daftar klien ternama yang pernah memakai produk/jasa Anda tentu akan sangat membantu.

Laman google bisnis juga menampilkan testimoni pelanggan

What’s Next?

Hal terakhir yang harus ada dan disampaikan secara jelas adalah tahapan lanjutan (the next step) setelah calon konsumen mengisi form atau melakukan action di dalam landing page kita. Jangan sampai konsumen dibuat bingung dengan alur kerja yang tidak tertulis secara clear. Penting bagi semua bisnis untuk memperhatikan trend consumer hari ini yang cenderung memilih produk/jasa yang memenuhi konsep bagus-cepat-murah. Pastikan cara bisnis Anda bekerja sesuai paradigma dasar ini.

Bonus Tips

Selain poin-poin utama di atas, berikut beberapa tips tambahan untuk meningkatkan konversi di sebuah landing page.

  1. Proofread

    Baca lebih teliti setiap kalimat.dalam halaman Anda. Salah penulisan bisa jadi sebab kaburnya pelanggan.

  2. Perhatikan “above the fold”

    Jika kamu membuka sebuah laman web, bagian yang terlihat di layar tanpa harus melakukan scroll ke bawah atau ke samping disebut above the fold. Konon bagian ini merupakan isi kepala dari sebuah halaman website.

  3. Datangkan “high quality traffic”

    Jangan sia-siakan landing page yang sudah Anda buat dengan susah payah. Segera uji keampuhan landing page dengan Facebook Ads ataupun Google Ads. Seharusnya, jerih payah kamu sudah mulai terbayar jika sudah sampai tahap ini 🙂

Ingin membuat landing page yang efektif untuk bisnis Anda? Kamu punya dua pilihan, membuat nya sendiri berdasarkan panduan kami di atas, atau percayakan langsung pada ahlinya. Kami bersedia membuatkan landing page sekaligus running iklan yang efektif untuk Anda. Kabar baiknya, kami dapat langsun dihubungi via WhatsApp!

  • Jagoan Branding

    Jagoan BrandingJagoan Branding

    Reply

    untuk form landingpage penyimpan database spesifik sepertinya memang harus lebih sedikit kolomnya dan di pisahkan ya. dengan form registrasi yang memang panjang.

  • Eko Novianto

    Eko NoviantoEko Novianto

    Reply

    sangat membantu menjadi pedoman saat menyusun landing page.. good inspiration