Perdagangan internasional bukanlah suatu kegiatan perdagangan yang mudah dilakukan. Sebab, melibatkan interaksi antar negara dunia, sehingga terdapat banyak regulasi rumit yang wajib dipahami terutama bila Anda tertarik terjun ke bisnis ekspor impor. Salah satunya adalah tentang HS Code.

Jika Anda ingin memahami lebih lanjut tentang HS Code dan bagaimana cara mendapatkannya silahkan simak penjelasan kami di bawah ini.

Definisi HS Code

Harmonized Commodity Description and Coding System atau yang lebih dikenal dengan Harmonized System Code (HS Code), merupakan sebuah daftar pengklasifikasian barang secara sistematis untuk mempermudah rules of origin (perjanjian asal barang), pengenaan tarif dalam transaksi, pengangkutan dan statistik perdagangan.

Selain itu, juga mempermudah pengawasan dan kontrol barang seperti narkoba, limbah, senjata kimia, dan spesies langka oleh bea cukai. Oleh karena itu, HS Code ini menjadi syarat terpenting dalam perdagangan internasional, baik itu kegiatan ekspor maupun impor dan menjadi standar pengklasifikasian barang yang diakui dan berlaku seragam di seluruh dunia.

Di Indonesia, HS Code terangkum ke dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) yang penomorannya terdiri dari 10 digit. 6 digit awal pada sistem HS Code berasal dari pos World Custom Organization (WCO) yang terdiri dari 97 bab. Tiap negara anggota WCO tak boleh melakukan perubahan terhadap 6 digit yang telah ditentukan. Namun, penambahan digit oleh tiap negara diperbolehkan.

Negara-negara ASEAN sepakat membuat ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature (AHTN) dengan mengembangkan HS Code yang semula 6 digit menjadi 8 digit. Indonesia resmi menggunakan sistem AHTN ini sejak 1 Maret 2017.

 

Mengapa HS Code Diperlukan?

Salah satu alasan produk serta komoditas yang diperdagangkan antar negera membutuhkan hs code ini adalah karena adanya perbedaan bahasa dan pengucapan. Adanya kode hs akan memastikan bahwa ada kesepahaman bersama atas barang yang diperjualbelikan kedua belah pihak.

EnglishGermanyRussian
coffeekaffeekava
Contoh perbedaan pengucapan yang ada di dunia

Cara Mendapatkan HS Code

Untuk mendapatkan HS Code suatu barang Anda bisa mencoba beberapa pilihan cara berikut yang telah disediakan oleh pemerintah Indonesia. Ada 3 portal utama yang bisa jadi pilihan Anda, pertama adalah Portal INSW dari Kementrian Keuangan, Portal Inatrade dari Kemendag, serta BTKI dari Dirjen Bea dan Cukai.

Portal INSW

daftar layanan di portal insw indonesia
Daftar layanan di portal INSW indonesia

Indonesia National Single Window (INSW) merupakan sebuah website yang berfungsi sebagai portal informasi maupun data tentang sistem kepabeanan, perizinan dan segala hal terkait pelayanan dan pengawasan perdagangan internasional, baik itu ekspor maupun impor dan telah terintegrasi secara nasional melalui jaringan internet.

Portal ini secara administratif dimiliki oleh Kementerian Keuangan, tetapi kendali operasionalnya dipegang oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Melalui portal ini Anda bisa mendapatkan HS Code barang yang Anda cari. Begini caranya:

  • Pertama, Anda buka website INSW di link eservice.insw.go.id
  • Pada toolbar, pilih menu INDONESIA NTR. Lalu, klik menu → HS CODE INFORMATION.
  • Pada menu Parameter, pilih BTBMI – Description in Indonesian.
  • Lalu ketikan nama barang yang Anda ingin tahu HS Code-nya pada kolom bagian Keywords, misalnya sapu.
  • Kemudian akan muncul seluruh HS Code yang berhubungan dengan sapu.
  • Tinggal Anda cari HS Code Barang yang Anda butuhkan. Pastikan HS Code-nya berjumlah 8 digit.
  • Untuk mengetahui informasi besarnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPH), Bea Masuk dan Larangan atau Pembatasan (Lartas) Anda cukup scroll halaman web ke bawah.
hasil pencarian hs code kopi
hasil pencarian hs code untuk produk kopi

Portal Inatrade

Selain melalui portal INSW Anda juga bisa mendapatkan HS Code melalui portal Inatrade. Inatrade merupakan sebuah website layanan informasi dan perizinan perdagangan milik Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Begini caranya:

  • Pertama, Anda buka website Inatrade di link inatrade.kemendag.go.id
  • Pada toolbar, pilih menu Layanan, lalu pilih menu Daftar HS.
  • Jika Anda sudah mengetahui HS Code barang yang dimaksud dan hanya ingin mengecek kebenarannya saja, Anda bisa langsung memasukkan HS Code tersebut di kolom kosong samping menu No HS. Namun jika belum tahu, Anda pilih Uraian Barang (Indonesia) pada menu No HS.
  • Ketikan keyword barang yang Anda ingin tahu HS Code-nya, misalnya sapu. Lalu, pilih menu Lihat.
  • Kemudian akan muncul seluruh HS Code yang berhubungan dengan sapu.
  • Tinggal Anda cari HS Code Barang yang Anda butuhkan. Letaknya di bagian kiri. Pastikan HS Code-nya berjumlah 8 digit nomor.

Portal BTKI Bea Cukai

Pilihan cara yang terakhir, Anda bisa mendapatkan HS Code melalui website resmi BTKI milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Republik Indonesia. Begini caranya:

  • Pertama, Anda buka website BTKI Bea Cukai di link beacukai.go.id/btki
  • Jika Anda sudah mengetahui HS Code barang yang dimaksud dan hanya ingin mengecek kebenarannya saja, Anda bisa langsung memasukkan nomor HS Code tersebut di kolom kosong samping menu HS Code. Namun jika belum tahu, Anda pilih Uraian Barang (Bahasa Indonesia) pada menu HS Code.
  • Ketikan keyword barang yang Anda ingin tahu HS Code-nya, misalnya sapu. Lalu, pilih menu Submit.
  • Kemudian akan muncul seluruh HS Code yang berhubungan dengan sapu.
  • Tinggal Anda cari HS Code Barang yang Anda butuhkan. Letaknya di bagian kiri. Pastikan HS Code-nya berjumlah 8 digit.

Sebagai tambahan informasi, agar lebih memahami tentang sistem penomoran pada HS Code, simak penjelasan berikut :

Mari ambil contoh 10 digit HS Code dari BTBMI, yaitu 0101.22.XX.XX.

  • 2 digit awal: Bab (Chapter)
  • 4 digit awal: Pos pada HS (Heading)
  • 6 digit awal: Subpos pada HS (Subheading)
  • 8 digit awal: Subpos pada AHTN (AHTN Subheading)
  • 10 digit: Pos Tarif Nasional (National Tariff Line)

Salah menggunakan HS Code pada barang ekspor maupun impor akan berdampak masalah pada bisnis Anda. Jadi, Anda sebaiknya teliti dalam mencari HS Code yang sesuai dengan barang.

Sekian ulasan panduan cara mendapatkan HS Code dari Karinov. Berikut rekomendasi beberapa artikel lainnya yang masih relevan dengan topik tulisan di atas:

  1. Panduan KBLI Terbaru
  2. Mengenal Kode KBKI untuk Produk Ekspor
  3. Cara Membuat NIB di OSS
There are currently no comments.