Memasarkan produk baru agar laris di pasaran harus diakui bukanlah suatu hal yang mudah. Namun, sebagaimana produk Indomie yang dikenal seantero negeri, tentunya Anda juga ingin memiliki produk yang laris manis seperti itu bukan?

Dibawah ini, Karinov Blog akan memberikan beberapa panduan bisnis yang dapat membantu Anda untuk menentukan strategi pemasaran produk bisnis Anda.

Produk terbaik akan terjual dengan sendirinya

produk terbaik akan terjual sendiri
Ilustrasi cara pemasaran produk

Best product will sell itself“, ya, produk yang terbaik akan terjual dengan sendirinya. Jika bisnis Anda memiliki produk yang terbaik dari sisi kualitas, harga, serta keunikannya, bagaimana cara orang beralih ke produk lain yang serupa?

Eit sabar dulu, ini baru strategi pemasaran yang pertama. Kaidah ini saya dapatkan dari Founder Perusahaan Javara – salah satu benchmark startup agro terbaik di Indonesia, Ibu Helianti Hilman.

Walau produknya rata-rata berasal dari daerah pedalaman Indonesia, tapi pemasaran produk ekspor Javara sangat terkenal di mancanegara seperti Itali, Jerman, dan Belanda. Bahkan, beliau memiliki produk garam yang 1kg nya bisa dihargai setara Rp300.000 lebih!

Baca juga: Download Aplikasi WhatsApp Bisnis Disini

Kenapa bisa begitu? karena produk yang dijual bukan main-main. Coba kalian tengok proses produksi yang begitu apik dari setiap produk keluaran Javara. Mereka menjamin setiap kualitas mulai dari SDM yang mengerjakan hingga build quality produk itu sendiri.

Mungkin, prinsip ini pula yang digunakan oleh perusahaan produsen Indomie. Dengan rasa indomie goreng yang super nikmat, simpel, terjangkau, serta belum ada kompetitor yang bisa menyaingi-nya, wajar saja produk ini selalu dicari, paling tidak dalam saat-saat tertentu.

Dengan memiliki produk dengan kualitas terbaik, ada beberapa keuntungan yang bisa kita dapat, diantaranya:

1. Testimoni positif dari pelanggan, hal dapat pula mempengaruhi keputusan untuk membeli dari calon pelanggan yang lain

2. Repeat order atau pemesanan berulang, hal inilah tentunya yang dicari jika Anda ingin memulai bisnis yang sustain. Apabilan pelanggan tidak kapok membeli produk Anda, maka saat membutuhkan tentu dia akan membelinya lagi.

3. Mudah mendapatkan reseller dan masuk toko retail, jika produk Anda sudah dikenal secara kualitas, tentu retailer akan senang hati menerima produk Anda karena setiap pembelian tentu akan memberikan margin untuk mereka.

Kelas Menengah Membeli Produk, Kelas Atas Membeli Sugesti

kelas atas membeli sugesti
Strategi pemasaran produk: Kualitas vs Sugesti

Nah, untuk strategi yang kedua ini, agaknya tidak umum diketahui pebisnis sekalipun. Saya sendiri mendapatkan ini dari WhatsApp status seorang rekan yang bisa dikatakan cukup sukses dengan bisnis berorientasi ekspor nya.

Jika pada bagian pertama saya membahasakan kualitas produk adalah hal penentu utama, agaknya, prinsip diatas lebih menuntut kita untuk menjawab pertanyaan strategis kepada siapa produk ini dijual sebelum membahas bagaimana cara menjual nya.

Untuk lebih jelas, mari kita jabarkan prinsip di atas ke dalam dua bagian.

Pertama, target pasar kalangan menengah bawah

Segmen menengah bawah sangat peka terhadap kualitas dari produk yang dijual, prinsip “best product will sell itselF” yang telah dibahas pada bagian pertama berlaku untuk target market ini.

Logikanya dasarnya, masyarakat dengan pendapatan menengah ke bawah pasti akan mempertimbangkan secara matang setiap uang yang keluar dari kantongnya. Prinsip cost and benefit jadi faktor utama di alam bawah sadar mereka.

Oleh karena itu, jika kelas menengah ini menjadi target market utama bisnis Anda, kamu harus siap berdarah-darah untuk beradu secara kualitas dengan produk sejenis dari kompetitor yang lain.

Kedua, target pasar kalangan menengah atas

Memiliki target market kalangan menengah atas bukan berarti Anda harus menggadaikan kualitas, justru segmen market ini terkadang memiliki standar kualitas tersendiri yang bisa saja di atas rata-rata.

Namun, kualitas tetap bukan pertimbangan utama kelas menengah atas dalam memilih suatu produk. Sugesti, citra, serta value dari produk Anda-lah yang punya andil besar dalam menentukan produk anda laku di pasaran ini atau tidak.

Itulah sebabnya, hari ini kita lihat brand-brand besar berlomba dalam membuat citra yang baik dalam perusahaannya. Dalam dunia trading misalnya, mulai dikenal sertifikat fair trade yang menjamin suatu bisnis memberlakukan harga yang adil kepada suplier dan karyawan.

Sertifikat fair trade ini mahalnya bukan main, kenapa? karena ini penting untuk membangun citra perusahaan Anda di mata rekan-rekan bisnis yang lain.

Masih butuh contoh lain? Coba anda pikirkan mengapa banyak eksekutif bisnis lebih memilih Iphone dibanding Samsung walau fiturnya sama-sama terbaru? Mengapa dealing bisnis lebih banyak dilakukan di J.co dibandingkan Dunkin Donuts?

Ini semua soal rasa, ya rasa yang memberikan pengaruh kuat dalam memutuskan sesuatu bagi kelas menengah atas.

So, bagaimana dengan produk bisnis Anda? Siapa target market utama yang sudah Anda tentukan? Kualitas atau sugesti kah yang harus Anda kedepankan demi membuat produk Anda laris di pasaran? Kami terbuka untuk berdiskusi lewat kolom komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  1. anisa

    saya baru memulai usaha jilbab, secara online saya masih kesulitan memasarkan produk saya…impian saya produk saya seperti produk vanilla hijab, zytadelia, ataupun riamiranda apakah bisa membantu mewujudkan mimpi saya?

    1. karinov

      Untuk yang baru memulai usaha, saya sarankan mba baca juga tulisan kami mengenai cara memulai bisnis dan akun ig kami @tutorialbisnis. Disana mba bisa dapatkan insight2 menarik seputar bagaimana logika bisnis bekerja, yang tentunya butuh waktu, dan perjuangan yang persisten.

      Selamat masuk dalam dunia bisnis 🙂