Definisi dan Urgensi Abstrak

Abstrak dalam makalah ilmiah merupakan salah satu bagian terpenting untuk menarik pembaca menelusuri isi makalah lebih lanjut. Sebuah abstrak diibaratkan seperti synopsis film. Di dalamnya mencakup ulasan singkat, garis besar, dan poin-poin penting dari makalah untuk memudahkan pembaca memahami keseluruhan isi makalah.

Jika abstrak yang penulis susun tidak dapat menarik impresi pertama dengan baik, peluang makalah ilmiah tersebut untuk dibaca lebih jauh sangat kecil. Terlebih, dalam hal publikasi artikel ilmiah, penerbit hanya menampilkan abstrak untuk bisa diakses secara gratis. Oleh karena itu, sebuah abstrak harus disusun secara efektif dan menarik.

Daftar isi: Definisi dan urgensi abstrak, struktur abstrak ilmiah, panduan dasar penulisan abstrak, Contoh Tugas Akhir Sarjana, Contoh abstrak penelitian, Contoh abstrak bhs. Inggris, Download Abstrak, Tanya-Jawab

Struktur Abstrak Karya Ilmiah

Secara umum, abstrak makalah ilmiah harus mengandung struktur-struktur utama, yaitu latar belakang, metode singkat, hasil utama, dan kesimpulan dari topik yang dibahas. Abstrak yang efektif umumnya mengandung poin-poin esensial dari keseluruhan isi makalah yang dirangkum dalam 200-300 kata.

Panduan Menulis Abstrak Makalah

Bagaimana cara membuat abstrak makalah ilmiah yang benar? Berikut 10 tahapan yang harus diperhatikan.

  1. Mulailah menulis abstrak setelah Anda menyelesaikan penulisan isi makalah ilmiah secara menyeluruh. Tidak ada abstrak yang baik jika dibuat di awal sebelum isi keseluruhan makalah (paper) selesai.
  2. Pilih tujuan, hipotesis, dan kesimpulan utama dari makalah ilmiah pada bagian Pendahuluan dan Kesimpulan untuk dicantumkan di dalam abstrak jurnal atau makalah.
  3. Tentukan kalimat kunci dan frase-frase penting pada bagian metode dan seleksi 2 atau maksimum 3 poin penting dari sana.
  4. Identifikasi hasil utama dari makalah ilmiah yang ditemukan pada bagian hasil. Hasil utama ini haruslah berdasarkan data yang diambil dan dibahas dalam makalah yang bersangkutan untuk menjawab tujuan serta hipotesa penelitian.
  5. Setelah poin 1-4 terkumpul, susunlah kalimat dan frase yang telah ditentukan ke dalam satu paragraph dengan urutan: Pendahuluan, Metode, Hasil, dan Kesimpulan
  6. Pastikan paragraf pada poin 5 tidak mengandung:
    – Informasi baru yang tidak terdapat di dalam makalah ilmiah
    – Nama-nama/istilah tidak terdefinisi
    – Pembahasan dan sitasi literatur lain yang digunakan
    – Rincian tidak begitu penting seputar metode yang digunakan
  7. Eliminasi informasi-informasi tambahan dengan hanya fokus menulis hal-hal berikut: rancangan studi dasar, metodologi dan teknik utama yang digunakan, penemuan utama, ringkasan interpretasi penulis, kesimpulan, dan implikasi
  8. Periksa kembali konsistensi antara abstrak dengan isi dari makalah ilmiah yang dibuat
  9. Ajukan permohonan kepada pihak lain untuk memeriksa abstrak yang Anda buat sebagai bahan evaluasi
  10. Periksa kembali abstrak final Anda apakah sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada instansi publisher jurnal tujuan (jumlah kata, tipe abstrak, kata kunci).
abstrak jurnal ilmiah
Contoh tampilan abstrak dari jurnal ilmiah Internasional Elsevier

Contoh Abstrak Tugas Akhir Sarjana

Contoh abstrak dari tugas akhir (TA) program sarjana ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk penelitian ilmiah setingkat paper skala nasional. Untuk jurusan-jurusan yang kuat akan data kuantitatif seperti teknik kimia, teknik industri, dan teknik mesin, penyajian data secara lugas dan sistematik merupakan syarat utama dari abstrak. Contoh di bawah ini adalah salah satu model ideal penyajian data yang apik dalam sebuah abstrak skripsi sarjana.

JudulPRODUKSI BIOETANOL DARI AMPAS TEBU (Saccharum officinarum Linn.) MENGGUNAKAN Neurospora sp. DALAM MEDIA KULTUR PADAT (SOLID-STATE CULTURE)
Tipe DokTugas Akhir Sarjana (TA)
BidangBioteknologi
Tahun2016

ABSTRAK

Etanol dapat diproduksi dari biokonversi biomassa berlignoselulosa oleh Neurospora sp. melalui proses sakarifikasi dan fermentasi secara simultan dengan menggunakan kultur padat (solid-state) atau kultur terendam (submerged). Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi kultivasi Neurospora sp. menggunakan ampas tebu sebagai sumber karbon dan nutrisi, serta sekaligus sebagai media kultur padat dalam produksi bioetanol.

Pada penelitian ini, pengaruh jumlah inokulum yang digunakan terhadap pertumbuhan Neurospora sp. dan  produksi bioetanol dikaji. Adapun rasio inokulum dan ampas tebu (jumlah sel/berat ampas tebu) yang divariasikan pada penelitian ini adalah rasio 1 (1,75 x 107); rasio 2 (2,5 x 107); dan rasio 3 (3,77 x 107) sel/g ampas tebu. Inokulum disiapkan dalam medium Potato Dextrose Broth (PDB) cair dengan menggunakan 20 g/L glukosa sebagai sumber karbon tunggal.

Laju pertumbuhan spesifik inokulum yang teramati pada temperatur lingkungan dan pH awal 5,3 adalah 0,0421 per jam dengan waktu penggandaan sel sebesar 16,5 jam. Pertumbuhan Neurospora sp. pada medium kultur padat hanya diamati secara kualitatif. Pertumbuhan Neurospora sp. pada rasio inokulum dan ampas tebu 3,77 x 107  sel/g ampas tebu terlihat lebih baik dibanding kedua variasi yang lain. Sedangkan produksi bioetanol yang tertinggi dihasilkan pada rasio inokulum dan ampas tebu 1,75 x 107 sel/g ampas tebu dengan perolehan produk sebesar 13,6% pada hari ke- 4 fermentasi. Dengan demikian, ampas tebu berpotensi sebagai sumber nutrisi sekaligus media kultur padat dalam proses produksi bioetanol.

Kata kunci: ampas tebu, bioetanol, lignoselulosa, Saccharum officinarum, solid-state fermentation, Neurospora sp.

Contoh Abstrak Penelitian Skripsi

Berikut contoh abstrak penelitian tugas akhir (skripsi) dari mahasiswa program sarjana salah satu perguruang tinggi negeri (PTN) ternama di Bandung. Detail lengkap dari tugas akhir ini:

JudulKarakteristik Hidrodinamika Pada Media Tanam Campuran Tanah Dan Kompos Serta Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Dan Serapan Mineral Zinc Pada Tanaman Jagung (Zea Mays L.)
Tipe Dok.Skripsi Sarjana
BidangBioteknologi
Tahun2014

ABSTRAK

Salah satu inovasi teknologi yang mampu meningkatkan produksi pertanian adalah pendekatan teknologi System of Rice Intensification (SRI). Konsep dasar dalam metode SRI adalah perlunya siklus ruang dan siklus hidup. Kompos merupakan generator siklus ruang sekaligus generator siklus hidup pada media tanam sehingga dengan adanya penambahan kompos pada tanah akan meningkatkan produktivitas lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh struktur ruang mikro kompos di dalam campuran tanah terhadap karakteristik pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.) serta pengaruhnya terhadap serapan mineral Zn.

Dari penelitian yang sudah dilakukan, didapatkan bahwa ruang-ruang mikro pada kompos yang berasal dari berkas pipa kapiler tanaman dapat meningkatkan ketersediaan ruang kosong pada tanah. Penggunaan kompos pada tanah juga membantu pertumbuhan akar pada media tanam sehingga pemanfaatan ruang dalam media tanam lebih optimal serta pertumbuhan tanaman jagung meningkat secara signifikan.

Sedikitnya pengaruh penambahan mineral Zn sebesar 6 dan 12 ppm terhadap pertumbuhan tanaman jagung pada media campuran tanah kompos juga membuktikan kadar nutrisi pada kompos yang sudah mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman, hal ini membuktikan fungsi kompos sebagai generator siklus hidup.

Kata kunci : hidrodinamika, kompos, tanaman jagung, mineral Zn

Contoh Abstrak Bahasa Inggris

Berikut contoh abstrak jurnal ilmiah dalam bahasa Inggris yang masuk jurnal Internasional karya anak bangsa dari sebuah PTN ternama di Bandung. Dalam prakteknya, sebuah abstrak pada umumnya berbentuk paragraf tunggal dan tidak terpisah menjadi 3 paragraf seperti contoh di bawah. Pemisahan paragraf ini hanya untuk memudahkan pembaca.

JudulThe Development of Bioethanol Production Process from Sugarcane Bagasse Using Neurospora sp. on Solid State Culture
Tipe Dok.Jurnal ilmiah / makalah ilmiah / paper
BidangBioenergy
Tahun2017

ABSTRACT

Sugarcane bagasse is one of potential agro-industrial residues in Indonesia. The cellulose and hemicellulose contents of sugarcane bagasse is more than 50% of dry weight of biomass, which can be beneficial in producing renewable energy such as bioethanol. Bioethanol can be produced from lignocellulosic biomass through simultaneously saccharification and fermentation by Neurospora sp. using submerged or solid-state culture. The aim of this research was to evaluate the potency of sugarcane bagasse as main carbon source and solid culture media for Neurospora sp. to produce bioethanol.

Neurospora sp. was grown in various initial inoculum, i.e. 1.0; 2.0; and 4.0 g L-1 fresh spore solution. The content of solid culture media was varied, i.e. SB, soybean (S), and the mixture of both carbon sources media (with the ratio of bagasse: soybean = 9:1). The initial amount of spore influenced the specific growth rate of Neurospora sp., which was cultured in potato dextrose broth with submerged condition at room temperature and pH 5.3.

The measured specific growth rates for fresh spore solution of 1.0, 2.0, and 4.0 g·L-1 were 0.076, 0.084, and 0.090 per hour, respectively. The bioethanol production was then also influenced by the initial amount of spore and the composition of solid media The highest yield of bioethanol was obtained from the solid-state fermentation using the mixture of sugarcane and soybean and with 4.0 g·L-1 fresh spore solution of Neurospora sp.. Approximately 16.02 g bioethanol was obtained from 100 g dry biomass.

Keywords : bioethanol, solid-state culture, sugarcane bagasse, soybean, Neurospora sp.

Berikut contoh lain dari abstrak makalah ilmiah yang memiliki tingkat kesulitan lebih rendah dari contoh abstrak paper bahasa inggris pertama. Hal ini dapat dilihat dari data yang disajikan lebih sedikit dan pemaparan hasil yang belum spesifik. Abstrak jenis ini biasa digunkana untuk tugas kuliah, atau tugas makalah ilmiah di internal kampus.

ABSTRACT

In 2014, energy demand of Indonesia is reported to be 933.3 million BOE (barrel of oil equivalent), and only 23.9% from this amount that can be supplied from national oil and gas production. This dependency of unrenewable sources and environmentally unfriendly emission reaffirm the urgency for government to consider potential renewable source of energy to fulfill Indonesia's needs in the future.

One of the potential renewable energy sources is biohydrogen production from palm oil mill effluent (POME). POME is the waste of palm oil process which can produce 5-6 times bigger than the production of the crude palm oil itself. The utilization of POME that has not been commercially available might create a long-term prospect in industry of bioconversion. Research related to the production of biohydrogen from POME using microorganism had been widely performed, one of which was through dark fermentation pathway, which had been reported to have the highest production efficiency. Unfortunately, this option of renewable energy still has limitation to be applied to industrial scale. This is due to the relatively higher production cost compare to its profit from biohydrogen production.

Therefore, further study is needed to be able produce biohydrogen from POME up to commercial level. The purpose of writing this paper is to analyze the long-term prospect of the production of biohydrogen from POME which is reviewed from its bioreactor design, process modification, and along with factors affecting its economic profit.

Keywords: Biohydrogen, Palm Oil Mill effluent, Renewable energy

Download Contoh Abstrak

Berikut contoh abstrak dalam format document (.doc) yang bisa diunduh dengan melakukan validasi alamat lmail lewat kolom di bawah ini. Format abstrak di bawah ini hanyalah contoh pada umumnya, adapun format setiap abstrak biasanya tergantung dari tujuan jurnal yang akan disubmit karena setiap peublisher punya kriterianya masing-masing.

Tanya-Jawab

Apakah abstrak wajib dalam sebuah jurnal ilmiah?

Ya, abstrak sebagai ringkasan isi dari sebuah karya ilmiah terutama publikasi dalam bentuk paper adalah hal yang wajib. Biasanya bagian abstrak ditaruh sebagai paragraf paling awal dari suatu paper penelitian untuk memudahkan pembaca memahami konteks hasil riset secara keseluruhan.

Adakah format tulisan baku seperti font italic pada abstrak?

Format penulisan abstrak biasanya ditentukan oleh pihak publisher bagaimana kriteria abstrak yang mereka terima. Secara umum, biasanya abstrak berupa satu paragraf yang di bagian bawah/sampingnya terdapat kata kunci yang menjadi fokus bahasan dalam sebuah penelitian.

Apakah abstrak harus mencantumkan semua elemen penelitian?

Tidak harus, bagian seperti metodologi, teknik pengambilan data, serta introduksi awal mengenai topik bahasan termasuk bagian yang bisa dimasukkan sesingkat mungkin.

Berapa jumlah kata ideal dalam sebuah abstrak?

Tidak ada jumlah pasti, hanya saja, biasanya sebuah abstrak karya ilmiah terdiri dari 250-350 kata.

Sekian ulasan contoh serta cara membuat abstrak karya ilmiah yang baik dengan standar akademis perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. Selamat berlatih membuat abstrak ilmiah yang efektif!

There are currently no comments.