Suatu karya ilmiah baik itu berupa makalah, laporan, ataupun jurnal pasti diawali oleh Bab Pendahuluan. Oleh karenanya, setiap akademisi wajib memiliki kemampuan yang baik dalam merancang sebuah pendahuluan karya tulis karena itu menjadi bagian paling awal yang akan dilihat oleh pembaca.

Pada dasarnya, bagian pendahuluan dibutuhkan sebagai gambaran besar bagi pembaca tentang keseluruhan bahasan yang akan disajikan dalam karya tulis. Biasanya, Bab Pendahuluan ini meliputi latar belakang, tujuan, serta keterangan lainnya tergantung dari jenis karya ilmiah itu sendiri.

Jenis Penulisan Pendahuluan Makalah Ilmiah

Secara umum, pendahuluan makalah dapat dibuat dalam dua format yang berbeda. Format yang pertama adalah bagian pendahuluan dibuat dalam bentuk beberapa paragraf panjang tanpa adanya sub-bab. Sedangkan format lainnya adalah pendahuluan dibagi menjadi beberapa sub-bab berisi latar belakang, tujuan, hipotesis, dan semisalnya.

Pada tulisan ini, Anda dapat melihat kedua contoh pendahuluan makalah baik yang memiliki sub-bab maupun tanpa adanya sub-bab. Untuk contoh pendahuluan makalah ilmiah berupa paragraf langsung tanpa sub-bab dapat kamu download secara langsung menggunakan form download di bawah ini.

Contoh Pendahuluan Laporan Kerja Praktik

Berikut contoh pendahuluan ilmiah dari sebuah laporan kerja praktik yang dibagi dalam sub-bab latar belakang, tujuan, serta waktu dan tempat pelaksanaan.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kelapa sawit telah menjadi salah satu komoditi penting di pasar Indonesia dan dunia. Melemahnya isu lingkungan pada proses pengolahan kelapa sawit di Eropa semakin membuat industri minyak sawit menjadi lebih menjanjikan. Kelapa sawit dan turunannya memiliki banyak produk yang dapat dihasilkan mulai dari bahan pangan, bahan bakar alternatif, sampai bahan baku oat serta vitamin. Selain CPO, terdapat produk ekonomis lain yang dapat diolah lebih lanjut yaitu kernel (inti sawit). Kernel atau inti sawit merupakan hasil olahan biji sawit yang telah terpisah dari cangkang sawit. Sebagian besar cangkang sawit pada pabrik kelapa sawit digunakan sebagai bahan bakar ketel uap, arang, pengeras jalan, dan lain-lain. Sedangkan inti sawit pada PKS Katari Agro Mills akan diolah dalam bentuk kernel untuk dijual sebagai bahan utama minyak inti sawit (PKO – Palm Kernel Oil).

Dalam proses produksi kernel, proses pemisahan antara serabut, cangkang dan kernel itu sendiri akan menentukan seberapa baik efisiensi produksi kernel pada suatu industri pengolahan TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit. Hal ini dikarenakan produksi kernel (inti sawit) hanya memanfaatkan prinsip pemisahan berdasarkan parameter fisik seperti massa jenis. Dalam prosesnya, inti sawit diperoleh dengan memecah terlebih dahulu cangkang sawit (nut) dimana proses ini juga menjadi salah satu parameter penting kualitas produksi kernel yang diproduksi terkait kondisi kernel yang harus dijaga agar tetap dalam kondisi utuh (tidak pecah).

Salah satu hal yang tidak kalah penting dalam industri kelapa sawit adalah produk samping dari pengolahan buah sawit. Hasil sampingan dari industri sawit dalam bentuk cair atau yang lebih dikenal dengan POME (Palm Oil Mill Effluent) merupakan salah satu hasil sampingan dari proses pengolahan kelapa sawit. Sampai sekarang, hasil sampingan ini belum dimasukkan sebagai tolak ukur tingginya produktivitas suatu kebun kelapa sawit. Hal ini mungkin karena masih rendahnya nilai ekonomi dari limbah tersebut. Untuk mengetahui tingkat efisiensi yang dicapai oleh pabrik kelapa sawit perlu dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap mutu TBS yang akan diolah dan setiap tahapan selama pengolahan berlangsung. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan adanya suatu analisis terhadap hilangnya kernel (kernel losses) pada setiap unit operasi untuk menguji efisiensi pemisahan pada proses produksi kernel. Di samping itu, analisis jumlah dan komposisi limbah juga penting untuk dievaluasi mengingat isu lingkungan yang selalu diperdebatkan dalam industri kelapa sawit.

1.2 Tujuan

  • Mempelajari sistem kerja setiap unit proses pada stasiun pengolahan nut dan kernel.
  • Melakukan analisis kernel losses pada produksi kernel di setiap unit proses pengolahan buah kelapa sawit.
  • Memberikan alternatif proses pengolahan limbah padat dan cair yang dihasilkan selama proses pengolahan buah sawit.

1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan Kerja Praktik dilakukan di PT Agro Indonesia, Kalimantan, Indonesia. Bagian pembelajaran selama pelaksanaan kerja praktik adalah pada stasiun perebusan, stasiun bantingan, stasiun press, stasiun klarifikasi serta laboratorium PT AI. Kegiatan ini berlangsung selama 1 bulan yaitu pada tanggal 31 Mei hingga 28 Juni 2000.

Contoh Pendahuluan Jurnal Ilmiah

Berikut contoh pendahuluan dalam paper (jurnal ilmiah). Pada jurnal ilmiah, bagian pendahuluan dibuat menjadi satu-kesatuan paragraf yang memuat latar belakang, tujuan, serta ruang lingkup permasalahan seara padat dan ringkas. Hal ini bertujuan untuk menghemat space dalam paper yang biasanya hanya terdiri dari 5-8 halaman.

Judul paper: KARAKTERISTIK HIDRODINAMIKA MEDIA TANAM CAMPURAN TANAH DAN KOMPOS SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SERAPAN MINERAL ZINC PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.)

Pendahuluan

System of Rice Intensification (SRI) merupakan metode untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan sistem berkelanjutan (Glover, 2011). Metode SRI awalnya hanya digunakan untuk meningkatkan produksi padi, tetapi konsep dari metode ini pada dasarnya dapat diaplikasikan untuk seluruh jenis tanaman.

Pada metode SRI, penambahan nutrisi (pupuk) digantikan dengan penambahan kompos pada media tanam. Penggunaan kompos pada media tanam akan sangat berperan dalam pembentukan siklus ruang dan siklus hidup di dalam tanah. Kompos dapat merekayasa ruang dikarenakan ukuran partikel yang sangat beragam, pipa kapiler pada kompos juga dapat menyediakan ruang untuk mengalirnya air serta memfasilitasi aktivitas mikroorganisme sebagai generator siklus hidup di dalam tanah.

Pembentukan ruang dengan adanya kompos ini juga akan mempengaruhi karakteristik hidrodinamika aliran pada media tanam. Sebagaimana diketahui bahwa faktor ketersediaan air memiliki pengaruh yang sangat besar pada pertumbuhan akar di dalam tanah yang secara langsung berdampak pada pertumbuhan tanaman itu sendiri. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat karakteristik media tanah, kompos serta campuran tanah kompos menggunakan pendekatan ruang serta aliran hidrodinamika yang terjadi di dalamnya.

Dalam penelitian ini, digunakan tanaman jagung sebagai parameter untuk menentukan pengaruh karakteristik hidrodinamika tanah kompos terhadap pertumbuhan tanaman. Penambahan mineral Zn pada media tanam juga dilakukan untuk melihat hubungan antara karakteristik hidrodinamika  dengan serapan mineral yang dilakukan oleh tanaman. Adanya penambahan mineral ini juga ditujukan untuk melihat signifikansi pengaruh yang diberikan antara perlakuan menggunakan pendekatan rekayasa ruang dengan penambahan nutrisi terhadap pertumbuhan tanaman.

Masih tentang bab pendahuluan, biasanya sebuah laporan akademik yang baik juga memiliki kata pengantar yang berisi penghargaan pada pihak-pihak terkait yang telah berpartisipasi dalam pembuatan karya tulis ini. Anda juga dapat menambahkan kata pengatar dalam laporan akademik baik itu skripsi, tugas akhir, amupun laporan KP. Selamat bekerja!

There are currently no comments.