Dalam sebuah kesepakatan baik itu dilakukan antar perorangan atau perusahaan, adanya perjanjian dalam bentuk tertulis adalah hal yang utama. Perjanjian antar dua pihak ini biasa dikenal dengan istilah Memorandum of Understanding (MoU).

Pengertian dan Penggunaan Perjanjian Kerjasama

Secara sederhana, perjanjian kerjasama atau MoU ini adalah bukti tertulis yang menunjukkan adanya kenginan dari dua pihak atau lebih untuk berkolaborasi. Dalam perjanjian kerjasama biasanya berisi deskripsi dari sebuah projek yang akan dilakukan disertai dengan bentuk kontribusi masing-masing pihak.

Oleh karenanya, penting bagi orang ataupun perusahaan yang akan membuat sebuah kesepakatan MoU untuk memperhatikan setiap butir kata dalam dokumen tersebut. Hal ini dikarenakan jika perjanjian tersebut sudah ditandatangani, maka setiap pihak harus berkontribusi sesuai dengan kesepakatan tertulis di MoU.

Adapun penggunaannya, surat perjanjian kerjasama usaha biasanya dibutuhkan jika Anda berada dalam kondisi berikut:

  • Seorang pemilik bisnis yang ingin berkolborasi dengan pihak lain
  • Ada pemilik bisnis yang ingin bekerjasama dengan usaha Anda
  • Kamu ingin mengerjakan suatu proyek bersama-sama dengan 2 pihak atau lebih

Dibuatnya perjanjian kerjasama ini harus mendefinisikan siapa saja pihak yang terlibat, apa tugas masing-masing serta tujuan bersama yang ingin dicapai. Biasanya, MoU dibuat untuk sebuah kesepakatan dalam jangka waktu tertentu dengan perkiraan akhir masa berlaku perjanjian tersebut.

Contoh Perjanjian Kerjasama Usaha (MoU)

Agar kamu lebih mudah memahami serta dapat membuat surat perjanjian usaha sesuai dengan kebutuhannya, kami menyediakan contoh MoU di bawah ini. Sebuah surat perjanjian usaha yang baik setidaknya harus memuat elemen-elemen berikut:

  • Tanggal: Kapan MoU ini mulai berlaku serta tanggal berakhirnya
  • Info kontak: Detil informasi mengenai kontak pihak yang bersangkutan
  • Nama proyek: Lebih umum MoU menggunakan nama proyek dibandingkan nama perusahaan
  • Kontribusi: Menjelaskan bagaimana pihak-pihak yang ada dapat berkontribusi di proyek ini
  • Konstribusi lainnya: Bagaimana kontribusi finansial, material maupun sumber daya manusia dari setiap pihak yang terlibat

Berikut contoh langsung dari surat perjanjian kerjasama antara dua pihak. Contoh MoU di bawah ini merupakan perjanjian antar pihak yang menyediakan pendanaan (pihak pertama) dengan pihak yang mengelola keuangan dengan sistem bagi hasil (pihak kedua).

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA USAHA PERTANIAN KOMODITAS TOMAT

Nomor: 06-TF/Kerma/IV/2018

Pada hari ini, Kamis  tanggal dua bulan Agustus, tahun dua ribu delapan belas (2 Agustus 2018) bertempat di Kota Bandung, telah ditandatangani perjanjian kerjasama antara :

Nama               : Jaka Abdi Negara
No KTP            : 320945004630003
Alamat             : Jasmin Town House Blok E 10 Jalan Terusan Jakarta Raya – Antapani Bandung

Bertindak atas nama pribadi, selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA

Nama               : Pathway Annerizka
No KTP            : 3209832004680008
Alamat             : Kp. Rancabali RT 02/17, Desa Pangsor, Kec. Ranca Bango Kab. Bandung – Jawa Barat

Bertindak atas nama pribadi, selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA adalah pribadi yang bermaksud untuk berinvesstasi kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA adalah petani dan pedagang Tomat dan Sayuran yang mempunyai jaringan pemasok dan pembeli. PIHAK KEDUA mempunyai merk dagang Totomato Farm.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini mengikat suatu perjanjian kerjasama dengan kondisi sebagai berikut:

PASAL 1
MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan perjanjian kerjasama ini adalah PARA PIHAK sepakat untuk melakukan kerjasama usaha trading  tomat dan sayuran lainnnya

PASAL 2
OBJEK PERJANJIAN

Objek Perjanjian kerjasama ini adalah berupa pengelolaan permodalan untuk pemasaran Tomat  dan sayuran lainnya

Halaman 1 dari 4


PASAL 3
RUANG LINGKUP

Ruang lingkup perjanjian kerjasama ini adalah:

  1. PARA PIHAK sepakat bahwa dalam kerjasama ini membagi kewajiban, dimana PIHAK PERTAMA menyediakan permodalan sebesar 25..000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).
  2. Dan PIHAK KEDUA akan mengoptimalkan kemampuan, pengalaman dan jaringan usaha

PASAL 4
HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK

PIHAK PERTAMA berkewajiban:

  • Menyediakan dana sebesar 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah) untuk pengelolaan usaha.
  • Memberikan kewenangan kepada pihak kedua untuk mengatur pembiayaan budidaya dan pemasaran tomat dan sayuran lainnya.

PIHAK PERTAMA berhak :

  • Menerima bagi hasil setara 2,5 % (dua koma lima persen) dari total modal yaitu sebesar Rp 625.000,00 (enam ratus dua puluh lima ribu rupiah) setiap bulan.

PIHAK KEDUA berkewajiban :

  • Melakukan pengelolaan pemasaran tomat dan sayuran lainnya
  • Mentransfer bagi hasil kepada PIHAK PERTAMA setiap tanggal 5, yang dimulai sejak tanggal 5 Januari 2019 sampai perjanjian ini berakhir.
  • Mengembalikan total modal dari PIHAK PERTAMA (Rp 25.000.000,00) pada saat perjanjian ini berakhir

PIHAK KEDUA berhak :

  • Mendapat kewenangan untuk mengatur biaya operasional.
  • Menerima keuntungan dari pengelolaan budidaya tomat dan sayuran lainnya

PASAL 5
PELAKSANAAN

  • Dana disiapkan PIHAK PERTAMA
  • Dana dikeluarkan sesuai dengan keperluan PIHAK KEDUA untuk pemasaran dan biaya operasional lainnya

PASAL 6
BAGI HASIL

PIHAK PERTAMA  mendapatkan bagi hasil sebesar 2,5  % dari total modal.

Halaman 2 dari 4


PASAL 7
JANGKA WAKTU

Perjanjian kerjasama ini berlaku untuk jangka waktu 2  (dua) tahun, terhitung mulai tanggal 2 Desember 2018 sampai dengan tanggal 2 Desember  2020.

PASAL 8
BERAKHIRNYA PERJANJIAN

PARA PIHAK sepakat bahwa Perjanjian Kerjasama ini berakhir bilamana :

  1. Jangka waktu Perjanjian Kerjasama ini telah berakhir dan tidak diperpanjang lagi.
  2. Salah satu pihak tidak memenuhi salah satu ketentuan dalam pasal-pasal serta ayat-ayat Perjanjian Kerjasama ini.
  3. Force Majeur yang menyebabkan tidak mungkin dilaksanakannya kembali Perjanjian Kerjasama ini.

PASAL 9
PERSELISIHAN

  1. Apabila dikemudian hari timbul perselisihan dalam pelaksanaan Perjanjian Kerjasama ini, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan melalui jalan musyawarah dan mufakat.

PASAL 10
KETENTUAN LAIN-LAIN

  1. Ketentuan yang tidak tercantum dalam perjanjian harus dicantumkan dalam perjanjian terpisah yang disepakati oleh PARA PIHAK atas dasar niat baik.
  2. Setiap addendum pada perjanjian ini harus dituangkan secara tertulis dan ditandatangani oleh PARA PIHAK.
  3. Perjanjian ini ditujukan bagi pihak-pihak yang tercantum dalam perjanjian ini dan pihak lain yang ditujukan dan disepakati oleh PARA PIHAK, serta tidak dapat dialihkan kepada pihak lain tanpa kesepakatan PARA PIHAK.
  4. PARAH PIHAK sepakat untuk menjaga kerahasiaan ini, kecuali bila dinyatakan untuk dibuka berdasarkan hukum yang berlaku.

PASAL 11
PENUTUP

  1. Perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) asli masing-masing sama bunyinya di atas kertas bermaterai cukup serta mempunyai kekuatan hukum yang sama setelah ditandatangani PARA PIHAK.
  2. Perjanjian ini berlaku efektif sejak tanggal ditandatangani bersama oleh PARA PIHAK.

Halaman 3 dari 4


Hal-hal yang tidak atau belum diatur dalam Perjanjian Kerjasama ini akan diatur kemudian oleh PARA PIHAK berdasarkan kesepakatan bersama.

Bandung, 2  Agustus 2018

PIHAK PERTAMA                                                                  PIHAK KEDUA

 

(Jaka Abdi Negara)                                                                (Pathway Annerizka)

Saksi-saksi:

  1. Ekosista Purwacaraka
  2. Tijar Gandi

Halaman 4 dari 4

Oke, itulah contoh perjanjian kerjasama yang dalam kasus diatas terjadi antara calon investor dan sebuah badan usaha. Walaupun terlihat meyakinkan, tapi tetap jika kamu ingin melakukan kerjasama, reputasi setiap pihak yang terlibat sangatlah penting. Jika kamu memiliki pertanyaan terkait surat perjanjian usaha atau MoU ini, tidak perlu ragu untuk menggunakan kolom komentar.

Untuk mendownload contoh surat perjanjian kerjasama usaha ini, kamu dapat mengunduhnya dengan memasukkan alamat email yang valid.

Catatan tambahan:

Jangan sekali-kali kamu membuat perjanjian kerjasama dengan minim pengetahuan terhadap MoU tersebut karena itu bisa menjadi masalah kedepannya. Walaupun surat perjanjian kerjasama ini adalah hal yang baik, tidak sedikit kasus penipuan yang saya temukan dengan modus menggunakan surat perjanjian kerjasama seperti ini.

  • diqi

    diqidiqi

    Reply

    kalo usahanya dibidang kontruksi? atau pembuatan properti rumah kantor dsb? contoh suratnya seperti apa?

    • Editorial Staff

      Editorial StaffEditorial Staff

      Reply

      kami tidak punya sampel surat yangdimaksud pak, maaf.

  • veri

    veriveri

    Reply

    sangat membantu sekali, apakah ada contoh surat perjanjian kerjasama untuk empat pihak?

    • Editorial Staff

      Editorial StaffEditorial Staff

      Reply

      saat ini kami belum punya dokumen yang Anda butuhkan pak.

  • Stephen Sanjaya

    Stephen SanjayaStephen Sanjaya

    Reply

    Pa saya masih bingung untuk ini (Nomor: 06-TF/Kerma/IV/2018) itu maksudnya apa pa bisa tolong di jelaskan?

  • sigit suryadi

    sigit suryadisigit suryadi

    Reply

    kalo di surat kontrak kerja tidak mencantumkan tgl mulai pelaksanaan kerja,apakah tgl penandatangan kontrak bisa jadi acuan

    • Editorial Staff

      Editorial StaffEditorial Staff

      Reply

      seharusnya dicantumkan, tapi tergantung bunyi kesepakatannya juga.